Hari Ini Penyekatan Warga Keluar Jatim Mulai Mulai Diperketat dan Rapid Test Acak
Sabtu, 15 Mei 2021 - 14:29 WIB
loading...
Mengantisipasi mobilitas masyarakat keluar dari Jatim pasca Lebaran, Polda Jatim melakukan penyekatan secara serentak mulai Sabtu (15/5/2021) pukul 00.00 WIB. Foto/Ist
A
A
A
SURABAYA - Mengantisipasi mobilitas masyarakat yang hendak keluar dari Jatim pasca Lebaran, Polda Jatim melakukan penyekatan kendaraan secara serentak mulai Sabtu (15/5/2021) pukul 00.00 WIB.
Baca juga: Trik Pemudik Hindari Penyekatan Arus Balik, Pulang Cepat Lewat Jalur Pantura Subang
Kasubdit Kamsel Polda Jatim, AKBP M Rofik mengatakan, penyekatan dilakukan dengan menyiagakan petugas rapid test. Nantinya, di pos penyekatan, petugas akan memeriksa pengguna jalan yang melintas secara acak. "Ada sembilan titik jalur perbatasan yang akan dijaga. Selain itu 20 titik antar rayon yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota," katanya, Sabtu (15/5/2021).
Baca juga: Gagal Terobos Perbatasan Blitar, 1.326 Kendaran Pemudik Dipaksa Putar Balik
Dia mengingatkan agar pengguna jalan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. Yaitu membawa surat tugas, dan surat bebas dari COVID-19. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Kami tidak ingin muncul klaster COVID-19 pada saat libur Lebaran," terangnya.
Baca juga: Trik Pemudik Hindari Penyekatan Arus Balik, Pulang Cepat Lewat Jalur Pantura Subang
Kasubdit Kamsel Polda Jatim, AKBP M Rofik mengatakan, penyekatan dilakukan dengan menyiagakan petugas rapid test. Nantinya, di pos penyekatan, petugas akan memeriksa pengguna jalan yang melintas secara acak. "Ada sembilan titik jalur perbatasan yang akan dijaga. Selain itu 20 titik antar rayon yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota," katanya, Sabtu (15/5/2021).
Baca juga: Gagal Terobos Perbatasan Blitar, 1.326 Kendaran Pemudik Dipaksa Putar Balik
Dia mengingatkan agar pengguna jalan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. Yaitu membawa surat tugas, dan surat bebas dari COVID-19. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Kami tidak ingin muncul klaster COVID-19 pada saat libur Lebaran," terangnya.
Lihat Juga :