Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Gagal Terobos Perbatasan Blitar, 1.326 Kendaran Pemudik Dipaksa Putar Balik

loading...
Gagal Terobos Perbatasan Blitar, 1.326 Kendaran Pemudik Dipaksa Putar Balik
Personel Polres Blitar melakukan razia penyekatan mudik di perbatasan Blitar-Malang-Batu, Jawa Timur. Foto/Ist
BLITAR - Penyekatan mudik di perbatasan wilayah Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu masih berlangsung. Selama 6-14 Mei 2021 aparat Polres Blitar berhasil menjaring 3.760 kendaraan.

Baca juga: Tak Berkutik, Ribuan Kendaraan Pemudik Blitar Dipaksa Putar Balik

Dari jumlah tersebut, 1.326 kendaraan diantaranya langsung diputar balik. "Ada ribuan kendaraan yang diperiksa dan diputar balik," ujar Kasatlantas Polres Blitar AKP I Putu Angga F, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Warga Medan Belawan Harus Berlebaran di Tengah Genangan Banjir Rob



Kendaraan yang diputar balik terdiri dari 571 motor, 468 mobil, 282 mobil barang dan 5 unit bus. Banyak yang berniat masuk wilayah Blitar. Namun tidak sedikit juga yang bermaksud keluar Blitar. Di posko Karangkates (Perbatasan Blitar - Malang) dan Wates, para pemudik tersebut, terjaring. Begitu juga saat melintasi posko penyekatan mudik di jalan raya Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari (perbatasan Blitar - Batu).

Karena terindikasi kuat sebagai pemudik, petugas langsung memutar balik. Menurut Putu, jumlah pemudik roda dua (sepeda motor) masih mendominasi. Meski pemerintah telah menerbitkan larangan mudik, banyak yang masih nekat melanggar.

"Termasuk angkutan travel gelap juga kita razia. Namun hasilnya nihil," papar Putu. Sementara sebagai antisipasi penyebaran COVID-19, penumpang kendaraan yang terjaring razia penyekatan mudik, juga diswab antigen.

Yakni terutama kepada mereka yang diketahui demam tinggi. Hasilnya semuanya negatif. Putu juga menambahkan, bersama petugas gabungan lain (Dishub, Satpol PP dan Satgas COVID-19), pihaknya juga meningkatkan penyekatan di jalur jalur alternatif. "Jalur tikus berpotensi dipakai para pemudik yang masih nekat hendak mudik," pungkas Putu.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top