Belajar dari Kasus COVID-19 India, Jangan Lupakan Protokol Kesehatan Selama Idul Fitri
Selasa, 11 Mei 2021 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Tokoh ulama dan cendekiawan muslim RI, Prof M Quraish Shihab juga menyampaikan pandangan mengenai konsep ibadah Idul Fitri dan silaturahmi pada masa pandemi COVID-19 ini. Quraish Shihab menyampaikan, belajar dari India, kemanusiaan haruslah diutamakan dalam rangka pemulihan kesehatan nasional. (Baca juga; Tinjau Pasar Mayestik, Anies Pastikan Pasokan Pangan Jelang Lebaran Aman )
"Silaturahmi yang dilakukan di hari raya tahun ini, haruslah menjadi silaturahmi yang bermanfaat, bukan malah mendatangkan bencana/ kesusahan bagi orang lain. Seluruh masyarakat Indonesia diimbau berusaha menghindari kerumunan saat bersilaturahmi selama masa pandemi masih berlangsung, agar Indonesia segera pulih," katanya.
Sedangkan Prof dr Menaldi Rasmin SpP (K),FCCP menjelaskan, selain melakukan pengobatan pada kasus aktif, pemulihan kesehatan para penyintas COVID 19 (Kasus Sembuh) juga harus menjadi perhatian. Diketahui hampir sekitar 63,5 % dari penyintas COVID-19, mengalami sindrom pasca COVID-19 dengan berbagai bentuk keluhan dan gejala, balk yang bersifat gangguan secara fisik maupun nonfisik. Misalnya, gangguan tidur, berdebar-debar, sesak napas, lemas.
"Hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian kita juga, para penyintas harus ditolong dan di persiapkan untuk kembali kepada produktivitasnya seperti sediakala. Hal ini saya rasa sangat berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dia berharap, pada hari raya Idul Fitri 1442 H masyarakat selalu menerapkan Protokol kesehatan 5M ( Memakai Masker, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas ,Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak).
"Silaturahmi yang dilakukan di hari raya tahun ini, haruslah menjadi silaturahmi yang bermanfaat, bukan malah mendatangkan bencana/ kesusahan bagi orang lain. Seluruh masyarakat Indonesia diimbau berusaha menghindari kerumunan saat bersilaturahmi selama masa pandemi masih berlangsung, agar Indonesia segera pulih," katanya.
Sedangkan Prof dr Menaldi Rasmin SpP (K),FCCP menjelaskan, selain melakukan pengobatan pada kasus aktif, pemulihan kesehatan para penyintas COVID 19 (Kasus Sembuh) juga harus menjadi perhatian. Diketahui hampir sekitar 63,5 % dari penyintas COVID-19, mengalami sindrom pasca COVID-19 dengan berbagai bentuk keluhan dan gejala, balk yang bersifat gangguan secara fisik maupun nonfisik. Misalnya, gangguan tidur, berdebar-debar, sesak napas, lemas.
"Hal ini sudah seharusnya menjadi perhatian kita juga, para penyintas harus ditolong dan di persiapkan untuk kembali kepada produktivitasnya seperti sediakala. Hal ini saya rasa sangat berkontribusi pada pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Dia berharap, pada hari raya Idul Fitri 1442 H masyarakat selalu menerapkan Protokol kesehatan 5M ( Memakai Masker, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas ,Mencuci Tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak).
(wib)
Lihat Juga :