Pulang Dari Luar Negeri TKI Dikarantina di Hotel, Pemkab Blitar Rogoh Kocek Rp290 Juta
Senin, 10 Mei 2021 - 19:48 WIB
loading...
Bupati Blitar, Rini Syarifah saat mengunjungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar, yang menjalani isolasi di hotel. Foto/Ist.
A
A
A
BLITAR - Kepulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Blitar, dari luar negeri, mengharuskan Pemkab Blitar merogoh anggaran lebih dalam, karena harus melakukan karantina terhadap para PMI sebelum pulang ke kampung halamannya masing-masing.
Baca juga: Jadi Titik Pemulangan PMI, Mendagri Tito Sidak Kesiapan Pelabuhan Batam Center
Saat ini, Pemkab Blitar, telah merogoh kocek sebesar Rp290 juta khusus untuk mengisolasi PMI tersebut. Dana paling besar tersedot untuk biaya sewa dua hotel, serta kebutuhan makan PMI tiga kali sehari selama tiga minggu.
Seluruh PMI asal Kabupaten Blitar yang baru tiba dari luar negeri, langsung dikarantina di hotel. "Untuk mencukupi kebutuhan isolasi PMI yang baru pulang dialokasikan Rp290 juta," ujar Kepala BPKAD Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti kepada wartawan, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Puluhan Remaja Katolik Geruduk Islamic Center Ciamis, Bersihkan Ruang Isolasi COVID-19
Jelang lebaran, para PMI asal Kabupaten Blitar berbondong-bondong pulang. Sepanjang 9-24 April 2021, jumlah PMI yang tiba di Kabupaten Blitar, sebanyak 197 orang. Pada 30 April 2021 menyusul pulang delapan orang. Kemudian 1 Mei 2021 ada 12 orang, dan 2 Mei 2021 sebanyak 58 orang. Jumlah total hingga 6 Mei 2021 sebanyak 445 PMI.
Mereka sebagian besar datang dari Negara Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Begitu tiba, para PMI langsung diisolasi di hotel sekaligus menjalani swab test. Dua hotel yang disewa berada di wilayah Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Wlingi.
Baca juga: Tangis Jovan Pecah Lihat Rumahnya Dipasang Garis Polisi, Ibu dan Neneknya Dibunuh
Begitu dinyatakan sehat, PMI langsung diizinkan pulang ke rumah masing masing. Bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19 , diharuskan tetap menjalani isolasi di hotel. Sempat tercatat dua PMI dari Negara Singapura yang positif COVID-19 dan langsung dikarantina di gedung LEC Garum.
Menurut Khusna, anggaran Rp290 juta bersumber dari Pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana dialokasikan secara khusus untuk sewa hotel hingga waktu lebaran. Mengingat lebaran tinggal beberapa hari lagi, dana dianggap sudah cukup.
Baca juga: 8 Jam Sebelum Bupati Nganjuk Diringkus KPK, Ramai Unggahan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa
Selama di hotel, semua PMI baik yang habis kontrak maupun yang pulang karena mudik, mendapat perlakuan sama. "Diisolasi tiga hari. Bagi yang positif dibawa ke gedung LEC Garum atau dirujuk ke rumah sakit. Di hotel khusus untuk PMI yang hasil tesnya negatif," ujar Khusna.
Bupati Blitar, Rini Syarifah menyempatkan mengunjungi para PMI . Setelah diisolasi tiga hari di hotel, Rini meminta para PMI yang diijinkan pulang tersebut, lebih dulu mengisolasi diri di rumah. "Diharapkan melakukan isolasi mandiri," kata Rini.
Baca juga: Jadi Titik Pemulangan PMI, Mendagri Tito Sidak Kesiapan Pelabuhan Batam Center
Saat ini, Pemkab Blitar, telah merogoh kocek sebesar Rp290 juta khusus untuk mengisolasi PMI tersebut. Dana paling besar tersedot untuk biaya sewa dua hotel, serta kebutuhan makan PMI tiga kali sehari selama tiga minggu.
Seluruh PMI asal Kabupaten Blitar yang baru tiba dari luar negeri, langsung dikarantina di hotel. "Untuk mencukupi kebutuhan isolasi PMI yang baru pulang dialokasikan Rp290 juta," ujar Kepala BPKAD Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti kepada wartawan, Senin (10/5/2021).
Baca juga: Puluhan Remaja Katolik Geruduk Islamic Center Ciamis, Bersihkan Ruang Isolasi COVID-19
Jelang lebaran, para PMI asal Kabupaten Blitar berbondong-bondong pulang. Sepanjang 9-24 April 2021, jumlah PMI yang tiba di Kabupaten Blitar, sebanyak 197 orang. Pada 30 April 2021 menyusul pulang delapan orang. Kemudian 1 Mei 2021 ada 12 orang, dan 2 Mei 2021 sebanyak 58 orang. Jumlah total hingga 6 Mei 2021 sebanyak 445 PMI.
Mereka sebagian besar datang dari Negara Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Begitu tiba, para PMI langsung diisolasi di hotel sekaligus menjalani swab test. Dua hotel yang disewa berada di wilayah Kecamatan Ponggok dan Kecamatan Wlingi.
Baca juga: Tangis Jovan Pecah Lihat Rumahnya Dipasang Garis Polisi, Ibu dan Neneknya Dibunuh
Begitu dinyatakan sehat, PMI langsung diizinkan pulang ke rumah masing masing. Bagi yang terkonfirmasi positif COVID-19 , diharuskan tetap menjalani isolasi di hotel. Sempat tercatat dua PMI dari Negara Singapura yang positif COVID-19 dan langsung dikarantina di gedung LEC Garum.
Menurut Khusna, anggaran Rp290 juta bersumber dari Pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Dana dialokasikan secara khusus untuk sewa hotel hingga waktu lebaran. Mengingat lebaran tinggal beberapa hari lagi, dana dianggap sudah cukup.
Baca juga: 8 Jam Sebelum Bupati Nganjuk Diringkus KPK, Ramai Unggahan Kecurangan Seleksi Perangkat Desa
Selama di hotel, semua PMI baik yang habis kontrak maupun yang pulang karena mudik, mendapat perlakuan sama. "Diisolasi tiga hari. Bagi yang positif dibawa ke gedung LEC Garum atau dirujuk ke rumah sakit. Di hotel khusus untuk PMI yang hasil tesnya negatif," ujar Khusna.
Bupati Blitar, Rini Syarifah menyempatkan mengunjungi para PMI . Setelah diisolasi tiga hari di hotel, Rini meminta para PMI yang diijinkan pulang tersebut, lebih dulu mengisolasi diri di rumah. "Diharapkan melakukan isolasi mandiri," kata Rini.
(eyt)
Lihat Juga :