Ratusan Website Diretas Hacker, Israel Diteror Bom
Jum'at, 22 Mei 2020 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Otoritas berwenang Mitzpe Ramon dan Ramat Hasharon termasuk di antara pihak yang jadi korban serangan siber. Demikian pula dengan situs web cabang kedai kopi Cof, responden darurat United Hatzalah, dan situs web pribadi politisi Nitzan Horowitz yang bernasib serupa. Situs web sejumlah kelompok sayap kanan seperti Regavim, perusahaan elektronik Denmark; Bang & Olufsen, dan banyak perusahaan lainnya juga menjadi korban.
Situs web yang diretas menampilkan video kota Tel Aviv yang dibom dan pesan yang mengancam kehancuran negara Yahudi. Terlepas dari jumlah situs web yang diretas, para pakar keamanan siber mengatakan skala serangan itu relatif kecil karena semua diserang melalui satu titik akses.
Serangan itu terjadi ketika Iran bersiap memperingati Hari Quds yang jatuh pada hari Jumat (22/5/2020), sebuah peringatan tahunan yang ditandai dengan pidato, demonstrasi dan ancaman anti-Israel untuk membebaskan Yerusalem dari kontrol Israel.
Situs web yang ditargetkan menampilkan frasa dalam bahasa Ibrani dan Inggris; "Bersiaplah untuk kejutan besar" dan "Hitung mundur kehancuran Israel telah dimulai sejak lama". (Baca juga:Pertama Kalinya, Maskapai UEA Etihad Terbang ke Israel )
Sebuah video kemudian muncul untuk menunjukkan ledakan di Tel Aviv dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang babak belur dan berlumuran darah menjauh dari kota yang terbakar tersebut. Video juga menampilkan Yerusalem, dengan ribuan Muslim salat Temple Mount.
"Israel tidak akan bertahan 25 tahun ke depan," bunyi pesan dalam bahasa Ibrani di akhir video. Serangan siber para hacker juga menyisipkan tautan di beberapa situs web dan meminta pengguna mengklik tautan tersebut dan mengaktifkan kamera perangkat mereka.
Situs web yang diretas menampilkan video kota Tel Aviv yang dibom dan pesan yang mengancam kehancuran negara Yahudi. Terlepas dari jumlah situs web yang diretas, para pakar keamanan siber mengatakan skala serangan itu relatif kecil karena semua diserang melalui satu titik akses.
Serangan itu terjadi ketika Iran bersiap memperingati Hari Quds yang jatuh pada hari Jumat (22/5/2020), sebuah peringatan tahunan yang ditandai dengan pidato, demonstrasi dan ancaman anti-Israel untuk membebaskan Yerusalem dari kontrol Israel.
Situs web yang ditargetkan menampilkan frasa dalam bahasa Ibrani dan Inggris; "Bersiaplah untuk kejutan besar" dan "Hitung mundur kehancuran Israel telah dimulai sejak lama". (Baca juga:Pertama Kalinya, Maskapai UEA Etihad Terbang ke Israel )
Sebuah video kemudian muncul untuk menunjukkan ledakan di Tel Aviv dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang babak belur dan berlumuran darah menjauh dari kota yang terbakar tersebut. Video juga menampilkan Yerusalem, dengan ribuan Muslim salat Temple Mount.
"Israel tidak akan bertahan 25 tahun ke depan," bunyi pesan dalam bahasa Ibrani di akhir video. Serangan siber para hacker juga menyisipkan tautan di beberapa situs web dan meminta pengguna mengklik tautan tersebut dan mengaktifkan kamera perangkat mereka.
Lihat Juga :