Kisah Anggota Polisi di Aceh Rela Jualan Mie Caluk Demi Bantu Orangtuanya
Minggu, 09 Mei 2021 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
Sejak hari pertama puasa, selesai dinas dia langsung berjualan mie caluk di simpang empat Pasar Bambi, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Aceh.
Setiap hari, warung milik Antoni ini dibuka sekitar pukul 15.30 WIB sore, untuk menjual dagangannya, anggota polisi ini berjualan bersama adiknya. Sebelum dia menjadi polisi, dirinya sudah bekerja berjualan mie caluk khas Aceh ini membantu orang tua.
![Kisah Anggota Polisi di Aceh Rela Jualan Mie Caluk Demi Bantu Orangtuanya]()
Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
Brigadir Antoni Wahyudi mengaku tak malu berjualan mie caluk, meskipun banyak orang mengenalnya sebagai seorang polisi. Dia tetap berjualan mie demi membantu ayah dan ibunya setiap hari di bulan puasa.
Dalam sehari, mie caluk terjual sampai 50 Kg, adapun yang dijual yaitu ada mie caluk plus pecal harganya dari Rp3.000-5.000 per bungkusnya. “Jadi dalam sehari bisa terjual 50 Kg,” tuturnya kepada wartawan di sela melayani pelanggan.
Setiap hari, warung milik Antoni ini dibuka sekitar pukul 15.30 WIB sore, untuk menjual dagangannya, anggota polisi ini berjualan bersama adiknya. Sebelum dia menjadi polisi, dirinya sudah bekerja berjualan mie caluk khas Aceh ini membantu orang tua.

Baca juga: Gempar, Remaja 16 Tahun Kendarai VW Kuning Tabrak Polisi Terobos Penyekatan di Prambanan
Brigadir Antoni Wahyudi mengaku tak malu berjualan mie caluk, meskipun banyak orang mengenalnya sebagai seorang polisi. Dia tetap berjualan mie demi membantu ayah dan ibunya setiap hari di bulan puasa.
Dalam sehari, mie caluk terjual sampai 50 Kg, adapun yang dijual yaitu ada mie caluk plus pecal harganya dari Rp3.000-5.000 per bungkusnya. “Jadi dalam sehari bisa terjual 50 Kg,” tuturnya kepada wartawan di sela melayani pelanggan.
Lihat Juga :