Bantuan Kementan Naikkan Hasil Produksi Panen Petani Purbalingga
Minggu, 19 April 2020 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Dyah mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga memprediksi panen minggu ke-4 April 2020 diperkirakan seluas 925 ha dengan produksi sebanyak 4.775 ton dengan asumsi produktivitas 7,4 Ton per Ha Gabah Kering Panen (GKP). Harga Gabah Kering Panen (GKP) saat ini ditingkat penebas sebesar Rp 3.800,- sd Rp 4.000,- per kilogramnya di tingkat penebas.
Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp 3.700,00 sehingga harga lebih tinggi dengan selisih harga sebesar Rp 100,- sd Rp 300.- per kilogramnya dari HET Pemerintah. Menurutnya petani Purbalingga optimis untuk mewujudkan swasembada pangan dengan adanya sinergi dalam pendampingan budidaya pertanian oleh penyuluh pertanian di balai penyuluh pertanian (BPP).
"Tentunya yang didukung dengan infrastruktur dan alat pertanian yang telah dibantukan yang akan dinikmati petani dengan tiada hari tanpa tanam dan tiada hari tanpa panen," sambungnya.
Di kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan,Suwandi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan SYL dalam memacu produksi pertanian di segala kondisi harus tetap dilakukan namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan.
“Pertanian menjadi garda terdepan untuk mempertahankan ekonomi negara ini, walaupun aktivitas kita terbatas namun kami tetap memantau secara penuh dan melakukan upaya apapun untuk menjamin ketersediaan pangan,” kata Suwandi.
Lebih lanjut Suwandi mengatakan bahwa Kementan memperkirakan panen raya yang berlangsung pada bulan April dengan luas panen sekitar 1,73 juta Ha. Oleh karena itu pemerintah sudah mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp 3.700,00 sehingga harga lebih tinggi dengan selisih harga sebesar Rp 100,- sd Rp 300.- per kilogramnya dari HET Pemerintah. Menurutnya petani Purbalingga optimis untuk mewujudkan swasembada pangan dengan adanya sinergi dalam pendampingan budidaya pertanian oleh penyuluh pertanian di balai penyuluh pertanian (BPP).
"Tentunya yang didukung dengan infrastruktur dan alat pertanian yang telah dibantukan yang akan dinikmati petani dengan tiada hari tanpa tanam dan tiada hari tanpa panen," sambungnya.
Di kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan,Suwandi mengatakan bahwa sesuai arahan Mentan SYL dalam memacu produksi pertanian di segala kondisi harus tetap dilakukan namun tetap memperhatikan kondisi kesehatan.
“Pertanian menjadi garda terdepan untuk mempertahankan ekonomi negara ini, walaupun aktivitas kita terbatas namun kami tetap memantau secara penuh dan melakukan upaya apapun untuk menjamin ketersediaan pangan,” kata Suwandi.
Lebih lanjut Suwandi mengatakan bahwa Kementan memperkirakan panen raya yang berlangsung pada bulan April dengan luas panen sekitar 1,73 juta Ha. Oleh karena itu pemerintah sudah mengantisipasi jangan sampai harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP).
Lihat Juga :