Cegah KIPI Guru Sukabumi Terulang, Satgas COVID-19 Jabar Minta Proses Skrining Lebih Lengkap
Selasa, 04 Mei 2021 - 10:59 WIB
loading...
A
A
A
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Dewi Sartika menyebutkan, vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan di Jabar periode 14 Januari-2 Mei 2021 sudah meencapai 100 persen untuk dosis pertama, sedangkan dosis kedua baru mencapai 92 persen dari total sekitar 180.000 tenaga kesehatan.
Adapun vaksinasi tahap kedua menyasar 4,4 juta lansia dan 2,195 juta pelayanan publik. Diakuinya, lansia yang sudah divaksin hingga kini masih rendah atau baru 7,54 persen yang telah mendapatkan dosis pertama dan 4 persen dosis kedua.
"Terakhir, untuk sasaran pelayanan publik sudah mencapai 58,2 persen dosis pertama dan 36,05 persen dosis kedua," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Komite Daerah (Komda) KIPI Jabar memastikan, dugaan KIPI berat usai menerima vaksinasi COVID-19 yang dialami SA, seorang guru SMA di Kabupaten Sukabumi tidak terbukti berhubungan dengan vaksin.
SA didiagnosa menderita Guillain-Barre Syndrome atau GBS yang merupakan penyakit saraf yang jarang ditemukan.
Untuk diketahui, SA mengalami penglihatan yang buram usai 12 jam mendapatkan imunisasi COVID-19 pada awal April lalu.
Kemudian, anggota geraknya pun melemah, sehingga dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Sukabumi dan mendapatkan perawatan selama 23 hari.
Ketua Komda KIPI Jabar, Dr Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, berdasarkan hasil audit Komnas KIPI 30 April 2021, setelah menjalani perawatan dan rangkaian pemeriksaaan dengan CT Scan torax (dada), darah dan saraf, SA didiagnosa GDS.
Adapun vaksinasi tahap kedua menyasar 4,4 juta lansia dan 2,195 juta pelayanan publik. Diakuinya, lansia yang sudah divaksin hingga kini masih rendah atau baru 7,54 persen yang telah mendapatkan dosis pertama dan 4 persen dosis kedua.
"Terakhir, untuk sasaran pelayanan publik sudah mencapai 58,2 persen dosis pertama dan 36,05 persen dosis kedua," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Komite Daerah (Komda) KIPI Jabar memastikan, dugaan KIPI berat usai menerima vaksinasi COVID-19 yang dialami SA, seorang guru SMA di Kabupaten Sukabumi tidak terbukti berhubungan dengan vaksin.
SA didiagnosa menderita Guillain-Barre Syndrome atau GBS yang merupakan penyakit saraf yang jarang ditemukan.
Untuk diketahui, SA mengalami penglihatan yang buram usai 12 jam mendapatkan imunisasi COVID-19 pada awal April lalu.
Kemudian, anggota geraknya pun melemah, sehingga dilarikan ke rumah sakit di Kabupaten Sukabumi dan mendapatkan perawatan selama 23 hari.
Ketua Komda KIPI Jabar, Dr Prof Kusnandi Rusmil mengatakan, berdasarkan hasil audit Komnas KIPI 30 April 2021, setelah menjalani perawatan dan rangkaian pemeriksaaan dengan CT Scan torax (dada), darah dan saraf, SA didiagnosa GDS.
Lihat Juga :