Berburu Cendol Elizabeth, Sajian Berbuka Legendaris yang Menyegarkan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 23:09 WIB
loading...
A
A
A
Penjual cendol Elizabeth, Agus Koswara (32), mengatakan, cendol Elizabeth masih banyak diburu masyarakat, terutama di saat bulan suci Ramadhan seperti saat ini. Setiap harinya, Agus bisa menjual hingga 5 kilogram atau sekitar 60 kantung.
"Alhamdulillah, rejeki selalu ada, masih banyak masyarakat yang cari cendol Elizabeth," ungkap Agus.
Meski begitu, Agus mengakui, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya sebelum pandemi melanda, penjualan kini berkurang. Namun, hal itu tak membuat dirinya patah semangat.
"Selain membeli langsung, masyarakat juga kini banyak yang membeli lewat ojek online, mungkin efek corona," ujarnya.
Agus yang mengaku telah berjualan cendol Elizabeth hampir 15 tahun itu yakin, bulan suci Ramadhan memberikan berkah yang besar.
Bahkan, dia mengaku tak ingin menyia-nyiakan momentum Ramadhan, agar cendol Elizabeth yang dijualnya laris manis.
Dari sejarahnya, cendol ini konon dijajakan seorang penjual pertamanya yang bernama Rahman tepat di depan sebuah rumah yang pemiliknya bernama Eli dan keluarganya yang merupakan keturunan Tiongkok di Jalan Otto Iskandardinata, tepatnya di Jalan Inhoftank Nomor 64, Kota Bandung.
"Alhamdulillah, rejeki selalu ada, masih banyak masyarakat yang cari cendol Elizabeth," ungkap Agus.
Meski begitu, Agus mengakui, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khususnya sebelum pandemi melanda, penjualan kini berkurang. Namun, hal itu tak membuat dirinya patah semangat.
"Selain membeli langsung, masyarakat juga kini banyak yang membeli lewat ojek online, mungkin efek corona," ujarnya.
Agus yang mengaku telah berjualan cendol Elizabeth hampir 15 tahun itu yakin, bulan suci Ramadhan memberikan berkah yang besar.
Bahkan, dia mengaku tak ingin menyia-nyiakan momentum Ramadhan, agar cendol Elizabeth yang dijualnya laris manis.
Dari sejarahnya, cendol ini konon dijajakan seorang penjual pertamanya yang bernama Rahman tepat di depan sebuah rumah yang pemiliknya bernama Eli dan keluarganya yang merupakan keturunan Tiongkok di Jalan Otto Iskandardinata, tepatnya di Jalan Inhoftank Nomor 64, Kota Bandung.
Lihat Juga :