Klaster Pesantren Kembali Ditemukan, Satgas Covid-19 Kota Depok Minta SKB Dievaluasi
Selasa, 27 April 2021 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dikunjungi Keluarganya, Belasan Santriwati di Tasikmalaya Positif COVID-19
“Itu yang tidak terkontrol. Apalagi ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap Satgas. Sementara ini dibawa dari luar. Masih ditracing, sementara belum ada kesimpulan,” tambahnya.
Catatan pihaknya, kasus terakhir di salah satu pesantren tercatat 25 kasus, dimana 2 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di pesantren. Kemungkinan mereka tidak dapat kembali ke rumah masing-masing saat Lebaran jika belum selesai isolasi mandiri.
“Mereka isoman sesuai pedoman permenkes, selama 14 hari. Dilihat perkembangan, mudah-mudahan tidak ada gejala,” ungkapnya.
Pada kasus Ponpes ZSS, mereka yang terpapar mengalami gejala sejak Senin pekan lalu. Lalu mereka swab PCR mandiri dan diketahui lah hasilnya positif. Pihaknya pun sedang melakukan evaluasi soal kluster pondok pesantren. “Kami sarankan agar SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri dievaluasi,” tutupnya.
“Itu yang tidak terkontrol. Apalagi ada beberapa pesantren yang kurang kooperatif terhadap Satgas. Sementara ini dibawa dari luar. Masih ditracing, sementara belum ada kesimpulan,” tambahnya.
Catatan pihaknya, kasus terakhir di salah satu pesantren tercatat 25 kasus, dimana 2 dirawat di rumah sakit dan sisanya isolasi mandiri di pesantren. Kemungkinan mereka tidak dapat kembali ke rumah masing-masing saat Lebaran jika belum selesai isolasi mandiri.
“Mereka isoman sesuai pedoman permenkes, selama 14 hari. Dilihat perkembangan, mudah-mudahan tidak ada gejala,” ungkapnya.
Pada kasus Ponpes ZSS, mereka yang terpapar mengalami gejala sejak Senin pekan lalu. Lalu mereka swab PCR mandiri dan diketahui lah hasilnya positif. Pihaknya pun sedang melakukan evaluasi soal kluster pondok pesantren. “Kami sarankan agar SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri dievaluasi,” tutupnya.
(thm)
Lihat Juga :