Masjid Unik di Tuban, Berdiri di Atas Bukit dan Hanya Andalkan Satu Tiang Penyangga
Selasa, 27 April 2021 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Setiap detail bangunan masjid berarsitektur istimewa ini mempunyai makna tersendiri. "Kayu jati setinggi 27 meter tersebut sebagai simbol ketika Nabi Muhammad SAW Isra' Mikraj pada 27 Rajab," ujar pengasuh Ponpes KH Abraham Naja.
Baca juga: Gempar! Seekor Kambing di Aceh Selatan Melahirkan Bayi Menyerupai Wajah Manusia
Bangunan ini memiliki lima pintu yang maknanya kewajiban salat lima waktu sehari semalam. Dari depan, akan nampak empat buah tiang. Begitu juga jika dilihat dari belakang, akan nampak bertiang empat. Sehingga dengan tiang utama sebagai penyangga, jumlahnya ada sembilan tiang. "Jumlah tersebut menggambarkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui wali sembilan," terangnya.
Proses pembangunan masjid ini dibilang di luar nalar manusia. Terlebih, kayu jati sepanjang 27 meter sangat sulit bisa masuk ke Dusun Gomang yang medannnya perbukitan, berblok belok dan naik turun.
Demikian juga dalam mendirikan tiang utama, diyakini sangat susah. Tanpa dibantu alat apapun, kecuali mengandalkan lilitan bambu yang dibuat tali penarik. "Namun berkat pertolongan Allah SWT, tiang utama tersebut bis aberdiri tegak dan dapat dimanfaatkan untuk syiar hingga sekarang," urai Abraham Baja.
Baca juga: Gempar! Seekor Kambing di Aceh Selatan Melahirkan Bayi Menyerupai Wajah Manusia
Bangunan ini memiliki lima pintu yang maknanya kewajiban salat lima waktu sehari semalam. Dari depan, akan nampak empat buah tiang. Begitu juga jika dilihat dari belakang, akan nampak bertiang empat. Sehingga dengan tiang utama sebagai penyangga, jumlahnya ada sembilan tiang. "Jumlah tersebut menggambarkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui wali sembilan," terangnya.
Proses pembangunan masjid ini dibilang di luar nalar manusia. Terlebih, kayu jati sepanjang 27 meter sangat sulit bisa masuk ke Dusun Gomang yang medannnya perbukitan, berblok belok dan naik turun.
Demikian juga dalam mendirikan tiang utama, diyakini sangat susah. Tanpa dibantu alat apapun, kecuali mengandalkan lilitan bambu yang dibuat tali penarik. "Namun berkat pertolongan Allah SWT, tiang utama tersebut bis aberdiri tegak dan dapat dimanfaatkan untuk syiar hingga sekarang," urai Abraham Baja.
(msd)
Lihat Juga :