Nekat Mudik dan Tak Taat Protokol Kesehatan, Bakal Diisolasi di Rumah Hantu
Senin, 26 April 2021 - 06:22 WIB
loading...
A
A
A
Mulyono menambahkan, meski para pemudik sudah mempunyai surat keterangan rapid antigen, namun Satgas COVID-19 Desa Sepat, tetap melakukan cek dan pemeriksaan. "Surat keterangan kesehatan itu dari daerah asal perantaunya, tapi ketika pulang di kampung halamanya belum tentu sehat, oleh karena itu wajib isolasi mandiri ," imbuhnya.
Baca juga: Tangis Pecah di Banyuwangi, Oksigen Habis Istri Serda Pandu Berharap Kru KRI Nanggala 402 Selamat
Satgas COVID-19 Desa Sepat, mulai dari tingkat RW hingga tingkat desa tetap memberlakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Bagi yang mambandel dan tetap ngeyel keluar rumah sebelum habis isolasi mandiri, ancamanya adalah diisolasi di rumah hantu .
Pengawasan bukan hanya dilakukan oleh Satgas COVID-19 saja. Kepala desa yang juga ketua Satgas COVID-19 ini, juga membentuk Satgas Jogo Tonggo dari tingkat RT hingga tingkat RW yang berjumlah sekitar 100 orang yang terdiri dari karang taruna dan warga. Satgas Jogo Tonggo ini akan mengawasi dan memantau pemudik yang jumlahnya diperkirakan ribuan orang.
Baca juga: Tangis Pecah di Banyuwangi, Oksigen Habis Istri Serda Pandu Berharap Kru KRI Nanggala 402 Selamat
Satgas COVID-19 Desa Sepat, mulai dari tingkat RW hingga tingkat desa tetap memberlakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Bagi yang mambandel dan tetap ngeyel keluar rumah sebelum habis isolasi mandiri, ancamanya adalah diisolasi di rumah hantu .
Pengawasan bukan hanya dilakukan oleh Satgas COVID-19 saja. Kepala desa yang juga ketua Satgas COVID-19 ini, juga membentuk Satgas Jogo Tonggo dari tingkat RT hingga tingkat RW yang berjumlah sekitar 100 orang yang terdiri dari karang taruna dan warga. Satgas Jogo Tonggo ini akan mengawasi dan memantau pemudik yang jumlahnya diperkirakan ribuan orang.
(eyt)
Lihat Juga :