Gempar! OPM Targetkan Bunuh 19 Orang di Ilaga Papua, Pasukan TNI/Polri Siaga Patroli Kota
Rabu, 21 April 2021 - 09:54 WIB
loading...
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau TPNPB OPM setelah membantai adik Bupati Puncak menargetkan pembunuhan terhadap 19 warga di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua. Foto ilustrasi Satgas Nemangkawi
A
A
A
ILAGA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) menargetkan pembunuhan terhadap 19 warga di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua . Informasi ini mengemuka saat digelar pertemuan bersama Muspika Kabupaten Puncak dan tokoh masyarakat di Aula Negelar Pemda Puncak, Kp Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (20/4/2021).
Dalam acara tersebut, Bupati Puncak Willem Wandik meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta oleh KKB. Karena sebelumnya telah terjadi pembunuhan terhadap warga oleh OPM.
“Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, orang - orang itu siapa, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak disukai, itu baru saya bilang oke," kata Bupati dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (21/4/2021).
Baca: Warganya Banyak Dibunuh dan Diperkosa, Bupati Puncak Tantang OPM Kalau Laki-Laki Lawan TNI Polri
Bupati juga menganggap Tindakan KKB dengan membunuh dan memperkosa warga bukanlah perangai laki-laki atau pengecut. Karena Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai, dan jika ingin berperangpun hanya melibatkan lawan yang sepadan, dalam hal ini jika KKB bersenjata maka lawannya adalah TNI Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA dan tukang ojek yang hanya melayani masyarakat.
“Kalau mau perang, biar kita masyarakat mundur dan kalian berperang melawan TNI/Polri, itu baru laki - laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban,” timpalnya.
Dalam acara tersebut, Bupati Puncak Willem Wandik meminta KKB untuk mengkomunikasikan hal tersebut, agar tidak terjadi lagi salah target dan pembunuhan membabi buta oleh KKB. Karena sebelumnya telah terjadi pembunuhan terhadap warga oleh OPM.
“Kepada KKB supaya 19 orang yang mereka tentukan itu, orang - orang itu siapa, kasih tahu saya biar saya bisa sampaikan kepada mereka, atau tidak kalian beritahu mereka supaya jangan membuat hal yang tidak disukai, itu baru saya bilang oke," kata Bupati dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (21/4/2021).
Baca: Warganya Banyak Dibunuh dan Diperkosa, Bupati Puncak Tantang OPM Kalau Laki-Laki Lawan TNI Polri
Bupati juga menganggap Tindakan KKB dengan membunuh dan memperkosa warga bukanlah perangai laki-laki atau pengecut. Karena Papua merupakan tanah yang menjunjung tinggi adat, cinta damai, dan jika ingin berperangpun hanya melibatkan lawan yang sepadan, dalam hal ini jika KKB bersenjata maka lawannya adalah TNI Polri bukan masyarakat tidak berdaya seperti para guru, anak SMA dan tukang ojek yang hanya melayani masyarakat.
“Kalau mau perang, biar kita masyarakat mundur dan kalian berperang melawan TNI/Polri, itu baru laki - laki jangan membuat masyarakat jadi takut atau jadi korban,” timpalnya.
Lihat Juga :