Baharudin, Kisah Perjuangan Anak Penjual Asongan di Lampu Merah Jadi Tentara
Selasa, 20 April 2021 - 22:50 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak saja menggambarkan perjuangan tanpa lelah, keberhasilannya ini membuka harapan Baharudin untuk mengangkat martabat dan derajat keluarganya,"tegas Rusmin.
![Baharudin, Kisah Perjuangan Anak Penjual Asongan di Lampu Merah Jadi Tentara]()
Baca : Kasur Pangdam XIV/Hasanuddin Lelapkan Tidur Warga Korban Banjir Bandang di Sultra
Untuk diketahui, orang tua Baharuddin menghidupi kebutuhan keluarganya sekaligus menyekolahkan Baharudin dari kesehariannya sebagai penjual asongan kerupuk di Lampu Merah pasar Panjang, Kecamatan Wua – Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“7 tahun, Ibu dan bapaknya mangkal dan berjualan kerupuk di sana, dari pagi sampai sore. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dari hasil jualannya itu juga untuk membiayai Baharudin sekolah sampai tingkat SMA di SMA Kartika XX-2, yaitu sekolah yayasan milik TNI AD,” tutur Rusmin.
"Ini tentu sangat membanggakan bagi keluarganya dan termasuk keluarga besar TNI AD karena yang bersangkutan merupakan lulusan dari SMA yang berada di dalam yayasan TNI AD,"tambah dia gembira.
![Baharudin, Kisah Perjuangan Anak Penjual Asongan di Lampu Merah Jadi Tentara]()
Baca juga: Paniel Kogoya Jual Senjata M16 dan SS1 ke OPM Wilayah Nduga Papua Senilai Rp1 Miliar

Baca : Kasur Pangdam XIV/Hasanuddin Lelapkan Tidur Warga Korban Banjir Bandang di Sultra
Untuk diketahui, orang tua Baharuddin menghidupi kebutuhan keluarganya sekaligus menyekolahkan Baharudin dari kesehariannya sebagai penjual asongan kerupuk di Lampu Merah pasar Panjang, Kecamatan Wua – Wua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
“7 tahun, Ibu dan bapaknya mangkal dan berjualan kerupuk di sana, dari pagi sampai sore. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup dari hasil jualannya itu juga untuk membiayai Baharudin sekolah sampai tingkat SMA di SMA Kartika XX-2, yaitu sekolah yayasan milik TNI AD,” tutur Rusmin.
"Ini tentu sangat membanggakan bagi keluarganya dan termasuk keluarga besar TNI AD karena yang bersangkutan merupakan lulusan dari SMA yang berada di dalam yayasan TNI AD,"tambah dia gembira.

Baca juga: Paniel Kogoya Jual Senjata M16 dan SS1 ke OPM Wilayah Nduga Papua Senilai Rp1 Miliar
Lihat Juga :