BPBD Jatim: Besaran Kerugian Akibat Gempa Malang Belum Diketahui
Selasa, 20 April 2021 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Yanuar Rahmadi mengatakan, pihaknya berupaya secara teliti dan cermat dalam melakukan validasi. Pihaknya tidak ingin ada warga yang rumahnya rusak gempa, luput dari pendataan.
“Bu Gubernur Khofifah sebelumnya memang ingin sepekan data rumah rusak bisa selesai. Kami terus berusaha menyelesaikan,” katanya, Selasa (20/4/2021).
Dia menambahkan, ada sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Ada sejumlah warga yang rumahnya mengalami rusak sedang, ternyata dirobohkan. Hal ini mempersulit pendataan.
Perobohan itu tidak menjadi masalah ketika yang bersangkutan tetap bersedia rumahnya dimasukkan dalam kategori rusak sedang. Menjadi persoalan ketika minta dimasukkan dalam kategori rusak berat. “Secepatnya kita akan tuntaskan (validasi data rumah rusak),” ujar Yanuar.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meminta pendataan rumah korban gempa Malang dipercepat. Hal ini untuk mengetahui jumlah pastinya.
Proses validasi atau pendataan kerusakan rumah korban gempa agar dipercepat untuk memudahkan warga terdampak bencana melaporkan kondisi kerusakan rumah miliknya mulai ringan, sedang, dan berat.
“Bu Gubernur Khofifah sebelumnya memang ingin sepekan data rumah rusak bisa selesai. Kami terus berusaha menyelesaikan,” katanya, Selasa (20/4/2021).
Dia menambahkan, ada sejumlah kendala yang dihadapi di lapangan. Ada sejumlah warga yang rumahnya mengalami rusak sedang, ternyata dirobohkan. Hal ini mempersulit pendataan.
Perobohan itu tidak menjadi masalah ketika yang bersangkutan tetap bersedia rumahnya dimasukkan dalam kategori rusak sedang. Menjadi persoalan ketika minta dimasukkan dalam kategori rusak berat. “Secepatnya kita akan tuntaskan (validasi data rumah rusak),” ujar Yanuar.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, meminta pendataan rumah korban gempa Malang dipercepat. Hal ini untuk mengetahui jumlah pastinya.
Proses validasi atau pendataan kerusakan rumah korban gempa agar dipercepat untuk memudahkan warga terdampak bencana melaporkan kondisi kerusakan rumah miliknya mulai ringan, sedang, dan berat.
Lihat Juga :