Keluarga Ais Korban Penodongan, Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Keributan di Kafe Brazil
Sabtu, 17 April 2021 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, setelah ia dan anaknya melaporkan kasus tersebut pada pertengahan Maret lalu, hingga kini tak pernah dipanggil kembali.
"Penodongan dengan senjata api ini kan pidana murni, kenapa harus diberikan ruang damai di kantor Polisi. Jangan karena terduga pelaku adalah bos cafe brazil yang notabene banyak duit, lalu hak hukum kami sebagai rakyat dikesampingkan," kesalnya.
Nuris yang juga pernah menggelar aksi demo di depan Mapolres Bima Kota menuntut IF ditangkap serta diadili. Dia berharap, polisi terus bekerja untuk mengungkap kasus keributan serta penodongan menggunakan pistol terhapan anaknya Ais di kafe brazil milik IF.
"Sebenarnya kasus ini tidak sulit untuk diungkap. Di cafe tersebut ada CCTV, tinggal diambil rekamannya untuk mengetahui siapa sebenarnya pelaku penodongan malam itu. Dibalik itu kan ada kejahatan lain yang harus diselidiki, seperti terkait senjata api legal atau tidak. Karena, saya mendengar senjata tersebut merupakan buatan rusia dan hasil penyelundupan," paparnya.
Dengan peristiwa ini, Nuris berharap agar polisi terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.
"Penodongan dengan senjata api ini kan pidana murni, kenapa harus diberikan ruang damai di kantor Polisi. Jangan karena terduga pelaku adalah bos cafe brazil yang notabene banyak duit, lalu hak hukum kami sebagai rakyat dikesampingkan," kesalnya.
Nuris yang juga pernah menggelar aksi demo di depan Mapolres Bima Kota menuntut IF ditangkap serta diadili. Dia berharap, polisi terus bekerja untuk mengungkap kasus keributan serta penodongan menggunakan pistol terhapan anaknya Ais di kafe brazil milik IF.
"Sebenarnya kasus ini tidak sulit untuk diungkap. Di cafe tersebut ada CCTV, tinggal diambil rekamannya untuk mengetahui siapa sebenarnya pelaku penodongan malam itu. Dibalik itu kan ada kejahatan lain yang harus diselidiki, seperti terkait senjata api legal atau tidak. Karena, saya mendengar senjata tersebut merupakan buatan rusia dan hasil penyelundupan," paparnya.
Dengan peristiwa ini, Nuris berharap agar polisi terus melakukan proses penyelidikan dan penyidikan.
Lihat Juga :