Masjid Cipto Mulyo, Peninggalan Keraton Surakarta yang Usianya Lebih Dari Satu Abad
Sabtu, 17 April 2021 - 06:50 WIB
loading...
Masjid Cipto Mulyo di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, peninggalan Keraton Surakarta berusia lebih dari satu abad. Foto/iNews TV/Tata Rahmanta
A
A
A
BOYOLALI - Bangunan Masjid Cipto Mulyo , masih kokoh berdiri di Desa Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Siapa sangka, masjid tua ini usianya sudah lebih dari satu abad, dan hingga kini kondisinya masih utuh terawat.
Baca juga: Ada Masjid Bernuansa China di Lubuklinggau, Bikin Warga Penasaran
Masjid ini merupakan peninggalan raja di Keraton Surakarta. Dan hingga kini tak pernah sepi dari jamaah yang datang untuk beribadah, terlebih saat bulan ramadhan. Meski sudah mengalami beberapa kali renovasi, namun dari awal dibangun hingga saat ini tidak pernah berubah bentuknya.
Selain namanya yang unik, bangunan Masjid Cipto Mulyo juga menampilkan desain Jawa kuno, yaitu berbentuk limasan dan menyerupai pendopo. Masjid ini memiliki lima pintu utama yang semuanya terletak di bagian depan bangunan masjid. Di atas setiap pintu, diberi ukiran yang disisipkan tulisan "P.B.X" sebagai tanda bahwa masjid itu dibangun pada masa pemerintahannya.
Baca juga: Aceh Gempar, Ibu Muda Cantik Warga Pidie Jaya Melahirkan Bayi Dalam Pembalut
Tidak hanya bedug dan kentongan yang masih asli, namun mimbar khotbah yang berada di dalam masjid sejak zaman dahulu hingga saat ini masih digunakan. Setiap suara adzan berkumandang, para jamaah segera berdatangan untuk beribadah bersama.
"Suasana yang sejuk membuat masjid ini tak hanya nyaman untuk beribadah, namun juga nyaman untuk beristirahat dan bercengkrama bersama rekan maupun saudara," ujar Himawan, salah seorang pengunjung masjid.
Baca juga: Anggota Satpol PP Diringkus Saat Asyik Berhubungan Seks di Hotel dengan Selingkuhannya
Menurut sejarah berdirinya, masjid ini dibangun oleh Raja Keraton Surakarta yang ke 10, Sri Paduka Pakubuwono Sepuluh (X), pada hari Selasa 24 Jumadil Akhir tahun 1838 Hijriah, atau tepatnya tahun 1905 masehi.
Kini masjid yang diberi nama Masjid Cipto Mulyo , yang berarti menciptakan kemuliaan di dunia dan akhirat, usia telah mencapai 116 tahun. Ketua Takmir Masjid Cipto Mulyo , Ahmadi menjelaskan, nama masjid ini cukup unik karena menggunakan Bahasa Jawa yang berbeda dari kebanyakan masjid yang memakai Bahasa Arab.
Baca juga: Keributan Disertai Penodongan Pistol Berakhir Damai, Bos Kafe Brazil Minta Maaf
Dia juga mengatakan, meski sudah mengalami beberapa kali renovasi, namun bentuk masjid masih asli seperti saat awal dibangun. Bahkan, konstruksi kayu dan bangunan juga belum berubah.
Baca juga: Ada Masjid Bernuansa China di Lubuklinggau, Bikin Warga Penasaran
Masjid ini merupakan peninggalan raja di Keraton Surakarta. Dan hingga kini tak pernah sepi dari jamaah yang datang untuk beribadah, terlebih saat bulan ramadhan. Meski sudah mengalami beberapa kali renovasi, namun dari awal dibangun hingga saat ini tidak pernah berubah bentuknya.
Selain namanya yang unik, bangunan Masjid Cipto Mulyo juga menampilkan desain Jawa kuno, yaitu berbentuk limasan dan menyerupai pendopo. Masjid ini memiliki lima pintu utama yang semuanya terletak di bagian depan bangunan masjid. Di atas setiap pintu, diberi ukiran yang disisipkan tulisan "P.B.X" sebagai tanda bahwa masjid itu dibangun pada masa pemerintahannya.
Baca juga: Aceh Gempar, Ibu Muda Cantik Warga Pidie Jaya Melahirkan Bayi Dalam Pembalut
Tidak hanya bedug dan kentongan yang masih asli, namun mimbar khotbah yang berada di dalam masjid sejak zaman dahulu hingga saat ini masih digunakan. Setiap suara adzan berkumandang, para jamaah segera berdatangan untuk beribadah bersama.
"Suasana yang sejuk membuat masjid ini tak hanya nyaman untuk beribadah, namun juga nyaman untuk beristirahat dan bercengkrama bersama rekan maupun saudara," ujar Himawan, salah seorang pengunjung masjid.
Baca juga: Anggota Satpol PP Diringkus Saat Asyik Berhubungan Seks di Hotel dengan Selingkuhannya
Menurut sejarah berdirinya, masjid ini dibangun oleh Raja Keraton Surakarta yang ke 10, Sri Paduka Pakubuwono Sepuluh (X), pada hari Selasa 24 Jumadil Akhir tahun 1838 Hijriah, atau tepatnya tahun 1905 masehi.
Kini masjid yang diberi nama Masjid Cipto Mulyo , yang berarti menciptakan kemuliaan di dunia dan akhirat, usia telah mencapai 116 tahun. Ketua Takmir Masjid Cipto Mulyo , Ahmadi menjelaskan, nama masjid ini cukup unik karena menggunakan Bahasa Jawa yang berbeda dari kebanyakan masjid yang memakai Bahasa Arab.
Baca juga: Keributan Disertai Penodongan Pistol Berakhir Damai, Bos Kafe Brazil Minta Maaf
Dia juga mengatakan, meski sudah mengalami beberapa kali renovasi, namun bentuk masjid masih asli seperti saat awal dibangun. Bahkan, konstruksi kayu dan bangunan juga belum berubah.
(eyt)
Lihat Juga :