Tangis Haru Keluarga Sambut Pembebasan 3 Mantan Napi Teroris di Tasikmalaya
Kamis, 21 Mei 2020 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya diketahui, ketiganya ditahan karena kasus kerusuhan di Markas Komando (Mako) Brigadir Mobil (Brimob) Depok, Jawa Barat, pada 2018. Diduga kerusuhan itu disebabkan oleh para napi kasus terorisme.
Anom mengimbau, agar masyarakat dapat menerima para mantan napi teroris itu. Sebab, lanjut dia, ketiga orang tersebut sudah menjalani hukuman selama dua tahun dan dinyatakan bebas murni. (Baca juga; Densus 88 Geledah Dua Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya )
Polisi pun terus berusaha mendorong dan mengawal agar proses adaptasi para mantan napi teroris itu dengan masyarakat. Selain itu, menurut Anom, polisi akan memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya para mantan napi teroris itu setelah mereka bebas, terutama dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
"Kita juga akan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya. Barang kali ada program tertentu untuk meningkatkan ekonomi mereka. Saya yakin mereka bisa kembali dan berbaur untuk bergabung dengan masyarakat," kata Anom.
Sementara itu, fasilitator sekaligus sesama mantan napiter, Anton Hilman mengaku selama ini pihaknya telah mendirikan sebuah yayasan untuk memfasilitasi dan menyosialisasikan agar bisa kembali lagi ke masyarakat. Pihaknya pun selama ini bergerak dalam mengubah pemahaman radikalisme kembali ke ajaran agama yang benar.
Anom mengimbau, agar masyarakat dapat menerima para mantan napi teroris itu. Sebab, lanjut dia, ketiga orang tersebut sudah menjalani hukuman selama dua tahun dan dinyatakan bebas murni. (Baca juga; Densus 88 Geledah Dua Rumah Terduga Teroris di Tasikmalaya )
Polisi pun terus berusaha mendorong dan mengawal agar proses adaptasi para mantan napi teroris itu dengan masyarakat. Selain itu, menurut Anom, polisi akan memfasilitasi segala hal yang berkaitan dengan kehidupannya para mantan napi teroris itu setelah mereka bebas, terutama dalam pemenuhan kebutuhan mereka.
"Kita juga akan koordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya. Barang kali ada program tertentu untuk meningkatkan ekonomi mereka. Saya yakin mereka bisa kembali dan berbaur untuk bergabung dengan masyarakat," kata Anom.
Sementara itu, fasilitator sekaligus sesama mantan napiter, Anton Hilman mengaku selama ini pihaknya telah mendirikan sebuah yayasan untuk memfasilitasi dan menyosialisasikan agar bisa kembali lagi ke masyarakat. Pihaknya pun selama ini bergerak dalam mengubah pemahaman radikalisme kembali ke ajaran agama yang benar.
Lihat Juga :