Benteng Bastion Frederik Hendrik: Simbol Kolonial yang Diruntuhkan Bung Karno

Jum'at, 16 April 2021 - 06:01 WIB
loading...
A A A
Menurut Buku Saudagar Baghdad dari Betawi, ketika penghancuran benteng ditemukan terowongan bawah tanah dari beton. Posisi terowongan mulai dari pintu air samping kiri halaman Masjid Istiqlal sekarang atau dekat gardu satpam membentang sampai benteng VOC di Pasar Ikan sepanjang 12 Km.

Selain itu ada satu terowongan lagi yang ditemukan di depan gedung Pertamina sekarang ke arah Selatan atau Berland di Matraman, Jakarta Timur. Sejarahnya, Berland adalah tempat konsentrasi militer Belanda setelah Batavia pindah ke Weltervreden.

Untuk membongkar benteng yang memiliki terowongan bawah tanah berdinding beton yang kokoh memakan waktu hampir satu setengah tahun. Dalam proses penghancuran tersebut pemerintah mengerahkan personel Zeni Angkatan Darat dengan menggunakan dinamit. Pemilik toko es Krim Ragusa yang berada di seberang Masjid Istiqlal dalam buku Alwi Shahab menceritakan dampak ledakan dinamit banyak kaca-kaca retak.

Situasi ekonomi yang tidak mendukung proyek fantastis itu, Bung Karno akhirnya memilih mendahulukan pembangunan Monumen Nasional (Monas) daripada Masjid Istiqlal. Bung Karno beralasan, pembangunan masjid akan tetap berjalan meskipun beliau sudah tidak ada, sedangkan Monas akan terbengkalai jika dia sudah tidak ada.

Padangan Bung Karno terbukti, pada 22 Februari 1978 pembangunan masjid Istiqlal rampung dan diresmikan Presiden Soeharto. Atau, sekitar 8 tahun setelah Bung Karno wafat. (Baca juga; Siap Diresmikan Sebelum Idul Adha, Wajah Baru Istiqlal Bikin Penasaran )

Diolah dari berbagai sumber;jakarta.go.id,perpusnas.go.id.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Sinergi BCA Syariah...
Sinergi BCA Syariah dan Masjid Istiqlal Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah Lewat #BSyaInfaq
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Rekomendasi
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved