Obesitas Dinilai Turunkan Imun dan Rentan Infeksi COVID-19
Selasa, 13 April 2021 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
“Dari sudut pandang metabolik, obesitas dapat menyebabkan resistensi insulin dan penurunan fungsi sel beta pankreas. Kedua hal tersebut akan membatasi respons metabolik saat tubuh mengalami tantangan imunitas,” katanya, Selasa (13/4/2021).
Ia menambahkan, COVID-19 secara langsung dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas melalui interaksinya dengan angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).
Selain itu, jaringan adiposa berlebihan menyediakan reservoir reseptor ACE2 yang menjadi entry dari virus SARS-CoV-2 ini.
Dari sudut pandang respons imun, katanya, terdapat hubungan jelas antara obesitas dengan COVID-19, karena jaringan adiposa pada pasien obesitas bersifat proinflamasi.
Obesitas menyebabkan kelebihan nutrisi bagi tubuh sehingga menyebabkan adiposit melepaskan lebih banyak sitokin proinflamasi yang berakibat pada peradangan kronis bagi individu yang mengalami obesitas.
“Sudah ada hubungan jelas antara obesitas dengan status inflamasi basal yang ditandai oleh kadar sirkulasi interleukin-6 dan C-reactive protein yang lebih tinggi. Jaringan adiposa pada pasien obesitas bersifat proinflamasi. Selain itu, ditemukan pula adanya disregulasi ekspresi leukosit jaringan maupun makrofag inflamasi (termasuk innate lymphoid) yang menggantikan tissue regulatory (M2) phenotypic cells,” jelasnya.
Ia menambahkan, COVID-19 secara langsung dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas melalui interaksinya dengan angiotensin-converting enzyme 2 (ACE2).
Selain itu, jaringan adiposa berlebihan menyediakan reservoir reseptor ACE2 yang menjadi entry dari virus SARS-CoV-2 ini.
Dari sudut pandang respons imun, katanya, terdapat hubungan jelas antara obesitas dengan COVID-19, karena jaringan adiposa pada pasien obesitas bersifat proinflamasi.
Obesitas menyebabkan kelebihan nutrisi bagi tubuh sehingga menyebabkan adiposit melepaskan lebih banyak sitokin proinflamasi yang berakibat pada peradangan kronis bagi individu yang mengalami obesitas.
“Sudah ada hubungan jelas antara obesitas dengan status inflamasi basal yang ditandai oleh kadar sirkulasi interleukin-6 dan C-reactive protein yang lebih tinggi. Jaringan adiposa pada pasien obesitas bersifat proinflamasi. Selain itu, ditemukan pula adanya disregulasi ekspresi leukosit jaringan maupun makrofag inflamasi (termasuk innate lymphoid) yang menggantikan tissue regulatory (M2) phenotypic cells,” jelasnya.
Lihat Juga :