Progress Kereta Cepat Kini 70%, Ridwan Kamil Minta Pusat Bangun 5 Flyover
Senin, 12 April 2021 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Sehingga, kalau nanti ada perlintasan tambahan untuk kereta api cepat, frekuensinya bisa per 15 menit atau 20 menit, itu tidak akan mengganggu lalunya kendaraan di jalan raya," ungkap Kang Emil.
Diketahui, Senin (12/4/2021) pagi, Kang Emil mendampingiMenteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Depo Kereta Cepat Jakarta- Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung. Namun, seusai melakukan peninjauan, Luhut dan Budi langsung bergegas tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.
Baca juga: Progres Sudah 56%, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lanjut Terus
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan bahwa Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta PT KCIC terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya jika ada hambatan yang sulit diselesaikan.
Terlebih kata dia, proyek ini harus segera selesai karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa rampung dan mulai digunakan pada semester II tahun 2022."Sejauh ini, pengerjaan proyek sudah hampir 70%. Sisanya, diupayakan rampung dalam dua tahun pembangunan," katanya.
Diketahui, Senin (12/4/2021) pagi, Kang Emil mendampingiMenteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Depo Kereta Cepat Jakarta- Bandung di Tegalluar, Kabupaten Bandung. Namun, seusai melakukan peninjauan, Luhut dan Budi langsung bergegas tanpa memberikan keterangan kepada wartawan.
Baca juga: Progres Sudah 56%, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Lanjut Terus
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi menyatakan bahwa Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta PT KCIC terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya jika ada hambatan yang sulit diselesaikan.
Terlebih kata dia, proyek ini harus segera selesai karena masuk dalam proyek strategis nasional (PSN). Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri meminta proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa rampung dan mulai digunakan pada semester II tahun 2022."Sejauh ini, pengerjaan proyek sudah hampir 70%. Sisanya, diupayakan rampung dalam dua tahun pembangunan," katanya.
(nic)
Lihat Juga :