Dirjen Pendidikan Tinggi Puji Universitas Muslim Indonesia
Sabtu, 10 April 2021 - 15:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 27 Mahasiswa UMI Lolos Program Kampus Mengajar Kementerian Pendidikan
Sebelumnya, lanjut Prof Nizam, lulusan Fakultas Teknik bergelar insinyur, namun setelah tahun 1979 berubah menjadi sarjana teknik dan SKS-nya turun dari 165 sks menjadi 144 sks.
"Di dalam undang-undang keinsinyuran, diatur profesi insinyur bisa didapat melalui dua cara yakni pengalaman yang disetarakan atau melalui pendidikan profesi," kata Prof Nizam.
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UGM itu mengungkapkan bahwa, tugas terbesar bagi institusi pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan reguler profesi insinyur dengan harapan anak didik mendapatkan kompetensi sebagai seorang insinyur yang profesional.
Baca juga: Perayaan Isra Miraj, Rektor UMI Tekankan Refleksi Makna Salat di Keseharian
"PR terbesar seorang insinyur adalah menciptakan yang belum ada menjadi ada, sehingga kalau melihat proyeksi dari kebutuhan industri sangat tinggi tetapi kemampuan kita untuk menghasilkan insinyur masih sangat terbatas, sekalipun pendidikan sarjana teknik itu termasuk terbanyak tetapi dalam menghasilkan insinyur profesional masih terbatas," ungkapnya.
Sebelumnya, lanjut Prof Nizam, lulusan Fakultas Teknik bergelar insinyur, namun setelah tahun 1979 berubah menjadi sarjana teknik dan SKS-nya turun dari 165 sks menjadi 144 sks.
"Di dalam undang-undang keinsinyuran, diatur profesi insinyur bisa didapat melalui dua cara yakni pengalaman yang disetarakan atau melalui pendidikan profesi," kata Prof Nizam.
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil UGM itu mengungkapkan bahwa, tugas terbesar bagi institusi pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan reguler profesi insinyur dengan harapan anak didik mendapatkan kompetensi sebagai seorang insinyur yang profesional.
Baca juga: Perayaan Isra Miraj, Rektor UMI Tekankan Refleksi Makna Salat di Keseharian
"PR terbesar seorang insinyur adalah menciptakan yang belum ada menjadi ada, sehingga kalau melihat proyeksi dari kebutuhan industri sangat tinggi tetapi kemampuan kita untuk menghasilkan insinyur masih sangat terbatas, sekalipun pendidikan sarjana teknik itu termasuk terbanyak tetapi dalam menghasilkan insinyur profesional masih terbatas," ungkapnya.
Lihat Juga :