Akselerasi Pemulihan Ekonomi Jabar, Disparbud Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021
Sabtu, 10 April 2021 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Merujuk pada data BPS dan Kemenparekraf, kata Lusi, kontribusi tiga subsektor tersebut, yakni sebesar 41 persen untuk kuliner, 17 persen untuk fesyen, dan 14,9 persen untuk kriya.
"Tak bisa dipungkiri lagi, jika merujuk kepada data, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mengalami kontraksi sebesar 4,08% year-on-year (yoy). Oleh karena itu, mau tidak mau, upaya untuk menggerakan perekonomian Jawa Barat salah satunya dengan mendorong perkembangan ekonomi kreatif," tutur
Lusi, Sabtu (10/4/2021).
Menurut Lusi, Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 merupakan bagian upaya Pemprov Jabar dalam hal ini Disparbud Jabar untuk mendukung pemulihan ekonomi Jabar melalui peningkatan kapasitas, pemberdayaan dan dukungan usaha kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif di Jabar yang dikemas melalui kolaborasi dari pentaheliks ekonomi kreatif.
Baca juga: Tarhib Ramadhan, Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Muliakan dan Bahagiakan Orang Tua
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentunya tidak bisa sendirian dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi khususnya dari bidang ekonomi kreatif ini. Untuk itu, kita berkolaborasi dengan menggandeng pentahelix meliputi kalangan akademisi, pelaku usaha, penyedia modal dalam hal ini perbankan, dan perusahaan yang peduli dengan menyediakan program CSR untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif," paparnya.
Selain itu, berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian pada tahun 2021, diprediksi terjadi perubahan pola konsumen pada produk dan jasa dalam negeri. Menurut Lusi, hal ini perlu disikapi melalui strategi bisnis yang komprehensif dalam rangka mendukung eksistensi produk dan jasa ekonomi kreatif di Jabar.
"Oleh karena itu, Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan, dukungan, dan pengembangan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat. Kegiatan Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 juga dikemas secara komprehensif dalam upaya mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI)," jelasnya.
"Tak bisa dipungkiri lagi, jika merujuk kepada data, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mengalami kontraksi sebesar 4,08% year-on-year (yoy). Oleh karena itu, mau tidak mau, upaya untuk menggerakan perekonomian Jawa Barat salah satunya dengan mendorong perkembangan ekonomi kreatif," tutur
Lusi, Sabtu (10/4/2021).
Menurut Lusi, Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 merupakan bagian upaya Pemprov Jabar dalam hal ini Disparbud Jabar untuk mendukung pemulihan ekonomi Jabar melalui peningkatan kapasitas, pemberdayaan dan dukungan usaha kepada para pelaku usaha ekonomi kreatif di Jabar yang dikemas melalui kolaborasi dari pentaheliks ekonomi kreatif.
Baca juga: Tarhib Ramadhan, Ridwan Kamil Ajak Warga Jabar Muliakan dan Bahagiakan Orang Tua
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentunya tidak bisa sendirian dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi khususnya dari bidang ekonomi kreatif ini. Untuk itu, kita berkolaborasi dengan menggandeng pentahelix meliputi kalangan akademisi, pelaku usaha, penyedia modal dalam hal ini perbankan, dan perusahaan yang peduli dengan menyediakan program CSR untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha ekonomi kreatif," paparnya.
Selain itu, berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian pada tahun 2021, diprediksi terjadi perubahan pola konsumen pada produk dan jasa dalam negeri. Menurut Lusi, hal ini perlu disikapi melalui strategi bisnis yang komprehensif dalam rangka mendukung eksistensi produk dan jasa ekonomi kreatif di Jabar.
"Oleh karena itu, Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 dilaksanakan dalam bentuk pemberdayaan, dukungan, dan pengembangan kapasitas para pelaku ekonomi kreatif di Jawa Barat. Kegiatan Gelar Produk Ekonomi Kreatif 2021 juga dikemas secara komprehensif dalam upaya mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Gerakan Bangga Wisata Indonesia (GBWI)," jelasnya.
Lihat Juga :