Resmikan IRI Chapter Kaltim, Din Syamsuddin Ajak Pemeluk Agama Jaga Hutan

Jum'at, 09 April 2021 - 16:06 WIB
loading...
Resmikan IRI Chapter...
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyambangi Kaltim untuk hadir dalam deklarasi Interfaith for Rainforest Initiative Indonesia Chapter Kaltim. Foto SINDOnews
A A A
SAMARINDA - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyambangi Kaltim untuk hadir dalam deklarasi Interfaith for Rainforest Initiative (IRI) Indonesia Chapter Kalimantan Timur (Kaltim). Kegiatan berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, Jalan Gajah Mada, Samarinda pada Jumat (9/4/2021).

Interfaith for Rainforest Initiative adalah forum Prakarsa Lintas Agama untuk Hutan Tropis Indonesia. Selain Kaltim, ada tiga daerah lainnya yang menjadi fokus forum ini yakni Papua, Papua Barat, dan Ria. Baca juga: Soal Pradesain Istana Negara di Kaltim Disorot, Ini Penjelasan Jokowi

“Kami menilai 4 provinsi ini, kaltim, papua, papua barat, dan riau adalah provinsi-provinsi dengan hutan yang terluas dan terbanyak. Dan sekaligus juga terdapat masalah kehutanan. Khususnya kerusakan dan kebakaran hutan,” kata Din Syamsuddin kepada wartawan usai kegiatan deklarasi.

Hutan di Kaltim dipilih, kata Din, karena dianggap bagian dari paru-paru dunia. Upaya Kerjasama semua lapisan masyarakat, terutama umat beragama sangat perlu untuk menjaga hutan yang masih ada saat ini.

“Pulau Kalimantan, Kaltim lebih khusus lagi dikenal sebagai paru-paru dunia yang harus diakui selama berpuluh tahun ini. Sejak zaman dulu telah terjadi kerusakan hutan yang cukup serius. Oleh karena itu kita mendukung langkah-langkah pemerintah untuk penghutanan kembali,” sambungnya.

Upaya deforestasi, perbaikan, termasuk pula untuk penyelamatan satwa-satwa yang ada di hutan tersebut perlu menjadi perhatian serius. Satwa dilindungu itu, sebutnya, banyak terdapat di hutan kalimantan. Baca juga: Legislator PKS Desak Pemerintah Tegas Terhadap Perusahaan Perusak Hutan

IRI sendiri merupakan forum yang diisi oleh tokoh lintas agama yang peduli terhadap penyelamatan hutan. Tokoh tersebut diantaranya berasal dari organisasi keagamaan seperti MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PGI, Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Keuskupan Agung Samarinda, Tokoh Agama Hindu dan Budha.

Bagi Din, pelibatan tokoh agama menjadi Langkah strategis sebagai kerja Bersama semua umat beragama untuk membangun kesadaran penyelamatan hutan. Krisis lingkungan harus menjadi tanggung jawab Bersama.

“Dunia mengakui agama-agama punya peran strategis. Maka dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup bahkan menjadi krisis lingkungan, yang dipandang sebagai krisis moral. Jadi krisis lingkungan hidup termasuk kerusakan hutan, itu sejatinya krisis moral,” papar Din.

Din menambahkan, manusia harus memandang hutan sebagai subyek, bukan sebagai obyek semata. Untuk itulah, agama ini dipandang sebagai pendekatan yang efektif sekarang ini di tingkat global. Baca juga: Pra Desain Penataan Danau Buyan Buleleng Dimulai dengan Tanam Pohon

Indonesia, kata Din, sebagai bangsa yang beragama dengan banyak masyakarat adat, maka agama kita tampilkan sebagai problem solver.“Kita akan bekerja sama dengan ormas ormas dan akademisi di kaltim. Berdialog dengan sektor swasta dan memberdayakan tokoh tokoh agama mulai menyosialisasikan konsep2 lingkungan hidup di dalam ajaran agama masing-masing,” katanya.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kampung Narkoba di Samarinda...
Kampung Narkoba di Samarinda Dijaga ‘Sniper’ hingga Kode Khusus
Kampung Narkoba di Samarinda...
Kampung Narkoba di Samarinda Digerebek, 11 Orang Dapat Hadiah Timah Panas di Kaki
Gubernur Kaltim: Sejumlah...
Gubernur Kaltim: Sejumlah Item Renovasi Rumah Jabatan Gunakan Anggaran Pribadi
Krisis Ekologis, Pemerintah...
Krisis Ekologis, Pemerintah Diminta Transformasi Tata Kelola Alam
18 Jembatan Putus di...
18 Jembatan Putus di Padang Pariaman Diterjang Banjir-Longsor Sumatera
Geram! Dony Oskaria...
Geram! Dony Oskaria Desak Polisi Usut Tuntas Perusakan Hutan Pemicu Bencana Sumatera
Yorrys Raweyai Soroti...
Yorrys Raweyai Soroti Eksploitasi Hutan di Tanah Papua dan Dorong Pembentukan Pansus
KPK: Potensi Kerugian...
KPK: Potensi Kerugian Negara Akibat Kerusakan Hutan Capai Rp175 Triliun
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan...
Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Tulang Punggung Pencapaian FOLU Net Sink 2030
Rekomendasi
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Messi, Mbappe, Haaland...
Messi, Mbappe, Haaland Gacor: Ronaldo Masih Layak Disebut Kandidat Peraih Sepatu Emas?
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Asal-usul Yerusalem,...
Asal-usul Yerusalem, Kota Suci 3 Agama yang Penuh Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved