Banjir Bandang di Bima NTB, Warga Mulai Terserang Penyakit
Jum'at, 09 April 2021 - 06:10 WIB
loading...
Aparat TNI membuka posko penangan kesehatan demi memberikan pertolongan kepada warga yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu. Foto: iNews/Edy Irawan
A
A
A
BIMA - Hari ketujuh pascabanjir bandang yang menerjang 22 DESA di 4 kecamatan di Kabupaten Bima , Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyisakan duka. Warga yang kini berada di tenda pengungsian mulai terserang berbagai penyakit.
Guna memberikan pertolongan pada warga, sejumlah tim medis baik dari TNI maupun tenaga kesehatan kabupaten bima diterjunkan ke sejumlah desa yang terdampak.
Terlihat di Desa Pela, Kecamatan Monta, puluhan warga dari kalangan anak anak, ibu rumah tangga (irt) serta para lansia, sejak Kamis (8/4/2021) pagi hingga sore mendatangi pos pengobatan gratis yang ada di lapangan desa tersebut.
![Banjir Bandang di Bima NTB, Warga Mulai Terserang Penyakit]()
Baca juga: Bima Diterjang Banjir Bandang, 4 Kecamatan Tergenang Air Setinggi 2 Meter
Warga yang datang berobat rata-rata mengeluhkan penyakit yang sama seperti, gatal-gatal, diare hingga demam tinggi yang disertai muntah-muntah.
Sejumlah tim medis baik dari TNI maupun dinas kesehatan setempat, sejak empat hari terakhir rutin berpindah tempat guna memberikan pertolongan pada warga yang telah diserang penyakit.
Pengobatan gratis secara massal ini pun dipantau langsung oleh Danrem 162, Wira Bhakti, Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani bersama Wakil Bupati Bima, Dahlan Muhammad Noer.
Baca juga: Total Korban Jiwa Bencana di NTT Dan NTB Capai 210 Orang
![Banjir Bandang di Bima NTB, Warga Mulai Terserang Penyakit]()
Rizal mengaku, banyaknya warga yang terserang penyakit membuat tenaga kesehatan kewalahan, untuk memaksimalkan pertolongan, tim medis ditambah menjadi empat tim yang terdiri dari dua tim medis tni dan dua tim medis dari dinas kesehatan Kabupaten Bima.
“Kami selalu berpindah-pindah, istilahnya menjemput bola, sekarang kita sudah pindah empat kali, dan sekarang berada di Desa Pela. Jadi kita memantau di masyarakat membutuhkan pelayanan medis,” katanya.
Salah seorang warga Desa Pela, Nurawah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tim medis dari TNI bersama Pemkab Bima yang telah memberikan pelayanan kesehatan. “Baru kali ini saya mendapatkan pemeriksaan kesehatan setelah banjir,” tuturnya.
Baca juga: Banjir Bandang NTT-NTB Telan Banyak Korban, Jokowi Minta Tim SAR Ditambah
![Banjir Bandang di Bima NTB, Warga Mulai Terserang Penyakit]()
Usai memantau lokasi pengobatan gratis, Danrem 162 dan Wakil Bupati Bima, menuju lokasi jembatan yang ambruk akibat diterjang banjir di Desa Rade Kecamatan Madapangga.
Rencananya, dua jembatan yang ambruk di Kecamatan Madapangga akan dipasang jembatan acrow panel yang didatangkan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI dan jembatan tersebut akan tiba Jumat (9/4/2021).
Aparat TNI bekerjasama deng tim kesehatan dari Pemkab Bima mendirikan posko pengobatan gratis di sejumlah desa yang terdampak bencana banjir bandang. Foto: iNews/Edy Irawan
Guna memberikan pertolongan pada warga, sejumlah tim medis baik dari TNI maupun tenaga kesehatan kabupaten bima diterjunkan ke sejumlah desa yang terdampak.
Terlihat di Desa Pela, Kecamatan Monta, puluhan warga dari kalangan anak anak, ibu rumah tangga (irt) serta para lansia, sejak Kamis (8/4/2021) pagi hingga sore mendatangi pos pengobatan gratis yang ada di lapangan desa tersebut.

Baca juga: Bima Diterjang Banjir Bandang, 4 Kecamatan Tergenang Air Setinggi 2 Meter
Warga yang datang berobat rata-rata mengeluhkan penyakit yang sama seperti, gatal-gatal, diare hingga demam tinggi yang disertai muntah-muntah.
Sejumlah tim medis baik dari TNI maupun dinas kesehatan setempat, sejak empat hari terakhir rutin berpindah tempat guna memberikan pertolongan pada warga yang telah diserang penyakit.
Pengobatan gratis secara massal ini pun dipantau langsung oleh Danrem 162, Wira Bhakti, Brigjen TNI, Ahmad Rizal Ramdhani bersama Wakil Bupati Bima, Dahlan Muhammad Noer.
Baca juga: Total Korban Jiwa Bencana di NTT Dan NTB Capai 210 Orang

Rizal mengaku, banyaknya warga yang terserang penyakit membuat tenaga kesehatan kewalahan, untuk memaksimalkan pertolongan, tim medis ditambah menjadi empat tim yang terdiri dari dua tim medis tni dan dua tim medis dari dinas kesehatan Kabupaten Bima.
“Kami selalu berpindah-pindah, istilahnya menjemput bola, sekarang kita sudah pindah empat kali, dan sekarang berada di Desa Pela. Jadi kita memantau di masyarakat membutuhkan pelayanan medis,” katanya.
Salah seorang warga Desa Pela, Nurawah mengaku bersyukur dengan adanya bantuan tim medis dari TNI bersama Pemkab Bima yang telah memberikan pelayanan kesehatan. “Baru kali ini saya mendapatkan pemeriksaan kesehatan setelah banjir,” tuturnya.
Baca juga: Banjir Bandang NTT-NTB Telan Banyak Korban, Jokowi Minta Tim SAR Ditambah

Usai memantau lokasi pengobatan gratis, Danrem 162 dan Wakil Bupati Bima, menuju lokasi jembatan yang ambruk akibat diterjang banjir di Desa Rade Kecamatan Madapangga.
Rencananya, dua jembatan yang ambruk di Kecamatan Madapangga akan dipasang jembatan acrow panel yang didatangkan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI dan jembatan tersebut akan tiba Jumat (9/4/2021).
Aparat TNI bekerjasama deng tim kesehatan dari Pemkab Bima mendirikan posko pengobatan gratis di sejumlah desa yang terdampak bencana banjir bandang. Foto: iNews/Edy Irawan
(nic)
Lihat Juga :