Polres Jakarta Barat Buru Dokter LC terkait Kasus Filler Payudara
Kamis, 08 April 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
"Ya namanya privat dia bayar satu hari. Terus setelah itu dia buka praktek melalui online, kemudian ada yang kemarin sebagai pelapor dan korban bahwa dari praktek filler itu sangat membahayakan karena setelah penyuntikan atau filler tersebut masih ada cairan yang tersisa. Dia menyampaikan kalau memang kurang besar ukurannya bisa disuntukan sendiri," terang Ady Wibowo.
Sebagaimana diketahui, Polres Metro Jakarta Barat telah menangkap dua orang tersangka dalam kasus filler payudara. Kedua tersangka berinisial SR dan ML.
SR berperan sebagai dokter abal-abal yang melakukan praktek filler payudara terhadap dua orang model. Sedangkan ML berperan sebagai penjual cairan silikon yang kerap dibeli oleh tersangka SR untuk disuntikan ke para korbannya.
Dari penangkapan tersangka ML, polisi melakukan penggeledahan di kediaman ML. Hasilnya, polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan botol cairan diduga cairan silikon.
“Di sana kami mengamankan tersangka ML dimana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut. Sebanyak 298 botol kita amankan berarti sekitar 298 liter. Itu bisa digunakan dosis itu untuk 1.000 orang,” kata Ady Wibowo.
Sebagaimana diketahui, Polres Metro Jakarta Barat telah menangkap dua orang tersangka dalam kasus filler payudara. Kedua tersangka berinisial SR dan ML.
SR berperan sebagai dokter abal-abal yang melakukan praktek filler payudara terhadap dua orang model. Sedangkan ML berperan sebagai penjual cairan silikon yang kerap dibeli oleh tersangka SR untuk disuntikan ke para korbannya.
Dari penangkapan tersangka ML, polisi melakukan penggeledahan di kediaman ML. Hasilnya, polisi mengamankan barang bukti berupa ratusan botol cairan diduga cairan silikon.
“Di sana kami mengamankan tersangka ML dimana yang bersangkutan adalah orang yang selalu dihubungi SR untuk menjual cairan tersebut. Sebanyak 298 botol kita amankan berarti sekitar 298 liter. Itu bisa digunakan dosis itu untuk 1.000 orang,” kata Ady Wibowo.
(thm)
Lihat Juga :