Transaksi Layanan Keuangan Digital di Jawa Timur Meroket Selama Pandemi

Kamis, 08 April 2021 - 07:39 WIB
loading...
Transaksi Layanan Keuangan...
ilustrasi
A A A
SURABAYA - Laporan Perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan, jumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jatim pada triwulan VI 2020 berkurang 0,22% menjadi sebanyak 12.495 ATM. Nominal transaksi menggunakan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) juga turun 0,60% menjadi Rp147,52 triliun.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan transaksi pembayaran melalui Layanan Keuangan Digital (LKD) yang naik 4,06% menjadi Rp1,76 triliun. Transaksi melalui LKD didominasi pembayaran tagihan rutin (94,03%) dengan nilai nominal Rp1,65 triliun, top up (3,34%) dengan nilai nominal Rp58,95 miliar, serta tarik tunai (2,43%) dengan nilai nominal Rp42,84 miliar.

Baca juga: Geledah Kantor PDAM Giri Tirta Gresik, KPK Bawa Dua Koper Dokumen

“Transaksi didominasi pembayaran tagihan rutin akibat meningkatnya aktivitas stay at home (diam yang dilakukan masyarakat,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah, Kamis (8/4/2021).

Data BI juga menyebutkan, jumlah instrumen pembayaran non tunai (ATM, Kartu Kredit dan Kartu Debit) pada triwulan IV 2020 sebanyak 27,6 juta kartu. Jumlah itu naik 2,51% dibanding triwulan III 2020 yang sebanyak 26,9 juta kartu.

“Peningkatan jumlah APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu ) itu sejalan dengan kebijakan BI yang mendorong perluasan elektronifikasi pembayaran di daerah,” tandas Difi.

Baca juga: Hore...! Biaya Operasional RT dan RW di Surabaya Naik 100 Persen

Meskipun secara jumlah instrumen meningkat, namun nominal transaksi pada triwulan IV 2020 turun Rp887 miliar atau sebesar -0,59% menjadi Rp147,528 triliun. Penurunan ini sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas ekonomi pada triwulan IV 2020.

APMK pada triwulan IV 2020, didominasi kartu debit sebanyak 24,48 juta kartu (88,57%). Disusul kartu kredit sebanyak 2,3 juta kartu (8,32%) dan kartu ATM sebanyak 859.000 (3,1%). Adapun sebaran penggunaan kartu ATM dan Debit di Jatim didominasi untuk penarikan tunai sebesar Rp85,08 triliun atau 60,49%. Diikuti transaksi interbank sebesar Rp29,53 triliun (20,99%). Sementara itu, penggunaan kartu kredit mayoritas untuk transaksi belanja sebesar Rp5,08 triliun (73,87%).

“Hal ini menunjukkan preferensi penggunaan kartu debit oleh masyarakat Jawa Timur sebagai alat pembayaran untuk transaksi yang lebih besar. Sedangkan kartu kredit lebih digunakan untuk transaksi retail,” ujar Difi.

Pada triwulan IV 2020, jumlah agen LKD di Jatim sebanyak 91.996 agen. Jumlah itu naik dibanding triwulan III 2020 yang sebanyak 87.237 agen. Sementara jumlah pemegang Uang Elektronik (UNIK) naik dari 2,24 juta pada triwulan III 2020 menjadi 2,25 juta pada triwulan IV 2020. “Dengan masifnya transaksi secara non tunai, serta sejalan dengan pemulihan ekonomi, maka jumlah pemegang UNIK kemungkinan semakin meningkat,” tandas Difi.

Secara spasial sebaran agen LKD di Jatim masih terkonsentrasi di Kota Surabaya (11,39%), Malang (6,01%), Jember (5,38%), dan Lamongan (4,97%). Sedangkan pemegang UNIK terkonsentrasi di wilayah Jember (10,25%), Gresik (7,48%) dan Kota Kediri (6,28%).
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dhoho International...
Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Kolaborasi Pemprov dan...
Kolaborasi Pemprov dan BI Jakarta Dorong Industri Film sebagai Pertumbuhan Ekonomi Baru
Dorong Transparansi...
Dorong Transparansi Pendanaan NGO, Mahasiswa Jatim Minta Negara Perkuat Pengawasan
Apresiasi Keterlibatan...
Apresiasi Keterlibatan BI Jakarta, Bang Dul: Ini Role Model Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi DKI Jakarta 2025 Lampaui Nasional
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Rekomendasi
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Berita Terkini
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Kejati Banten Usut Dugaan...
Kejati Banten Usut Dugaan Korupsi 3 Yayasan, Warek II UIN Jakarta Beberkan Bukti Penting
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Polda Metro Gandeng...
Polda Metro Gandeng Kemenhaj Cari Solusi bagi Korban Dugaan Penipuan Hanania Travel
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved