Pendapatan Anjlok, Nelayan Muara ANgke Keluhkan Proyek Pembangunan Gudang
Selasa, 06 April 2021 - 19:23 WIB
loading...
Hadirnya proyek pembangunan gudang di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi sebuah persoalan baru. Foto: Yohannes Tobing/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Hadirnya proyek pembangunan gudang di dalam kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi sebuah persoalan baru. Khususnya bagi nelayan dan jasa angkut barang di wilayah sekitar.
Salah seorang nelayan, Eko (45) mengatakan, proyek pembangunan gudang peralatan kapal tersebut telah menutup akses para nelayan yang akan bongkar muatan hasil melaut.
"Dulu sih lancar, tapi sekarang akses jalan yang pasti ketutup. Nelayan yang mau bongkar muat ikan ya jadi repot pasti," kata Eko di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Menurut Eko, proyek bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta membuat nelayan terganggu saat membongkar isi muatan kapal. "Kita-kita juga. Jadinya mau bongkar muat pusing,” sambungnya.
Sementara itu salah seorang kuli angkut, Uli mengeluhkan adanya proyek pembangunan gudang peralatan kapal di Pelabuhan Perikanan Muara Angke yang mempersulit dirinya dan kuli angkut lainnya. Karena, harus melewati jalan yang lebih jauh untuk menaikan atau menurunkan muatan.
"Sebelum ada bangunan sih deket. Sekarang jalannya ketutup, jadinya harus lewat samping, jalannya jadi lebih jauh," keluhnya. Baca juga:Dibeli dari Nelayan di Berbagai Daerah, KTI Ekspor Ikan Salmon ke Korea
Salah seorang nelayan, Eko (45) mengatakan, proyek pembangunan gudang peralatan kapal tersebut telah menutup akses para nelayan yang akan bongkar muatan hasil melaut.
"Dulu sih lancar, tapi sekarang akses jalan yang pasti ketutup. Nelayan yang mau bongkar muat ikan ya jadi repot pasti," kata Eko di Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Menurut Eko, proyek bangunan yang berdiri di atas lahan milik Pemprov DKI Jakarta membuat nelayan terganggu saat membongkar isi muatan kapal. "Kita-kita juga. Jadinya mau bongkar muat pusing,” sambungnya.
Sementara itu salah seorang kuli angkut, Uli mengeluhkan adanya proyek pembangunan gudang peralatan kapal di Pelabuhan Perikanan Muara Angke yang mempersulit dirinya dan kuli angkut lainnya. Karena, harus melewati jalan yang lebih jauh untuk menaikan atau menurunkan muatan.
"Sebelum ada bangunan sih deket. Sekarang jalannya ketutup, jadinya harus lewat samping, jalannya jadi lebih jauh," keluhnya. Baca juga:Dibeli dari Nelayan di Berbagai Daerah, KTI Ekspor Ikan Salmon ke Korea
Lihat Juga :