Sulitnya Operasi SAR Kapal Tabrakan di Indramayu, Tidak Ada Jaringan dan Angin Kencang
Senin, 05 April 2021 - 02:25 WIB
loading...
Banyak kendala pencarian ABK yang tenggelam bersama terbaliknya kapal pencari ikan KM Barokah Jaya, usai menabrak MV Habco Pionner.
A
A
A
INDRAMAYU - Pencarian Anak Buah Kapal (ABK) yang tenggelam bersama terbaliknya kapal pencari ikan KM Barokah Jaya, usai menabrak MV Habco Pionner di laut Indramayu, menemui banyak tantangan.
Juru Bicara Basarnas Yusuf Latif mengatakan, lokasi tabrakan kapal itu, tidak ada jaringan. Komunikasi hanya bisa dilakukan melalui radio. Cuaca juga kurang mendukung, awan mendung dan angin tampak kencang.
Baca juga: Evakuasi ABK Barokah Jaya: 2 Tewas, 15 Selamat dan 15 Belum Ditemukan
"Tidak ada jaringan di lokasi kapal hanya bisa melalui radio. Penyelaman juga sempat dihentikan, karena kondisi cuaca dan perairan yang kurang mendukung," katanya, kepada Sindonews, Minggu (4/4/2021).
Dilanjutkan dia, saat operasi SAR hari pertama ini kondisi cuaca di lokasi masih baik. Meski demikian, arus kencang, angin kencang, dan cuaca mendung. Bagi penyelaman, kondisi ini kurang bagus, hingga dihentikan.
Juru Bicara Basarnas Yusuf Latif mengatakan, lokasi tabrakan kapal itu, tidak ada jaringan. Komunikasi hanya bisa dilakukan melalui radio. Cuaca juga kurang mendukung, awan mendung dan angin tampak kencang.
Baca juga: Evakuasi ABK Barokah Jaya: 2 Tewas, 15 Selamat dan 15 Belum Ditemukan
"Tidak ada jaringan di lokasi kapal hanya bisa melalui radio. Penyelaman juga sempat dihentikan, karena kondisi cuaca dan perairan yang kurang mendukung," katanya, kepada Sindonews, Minggu (4/4/2021).
Dilanjutkan dia, saat operasi SAR hari pertama ini kondisi cuaca di lokasi masih baik. Meski demikian, arus kencang, angin kencang, dan cuaca mendung. Bagi penyelaman, kondisi ini kurang bagus, hingga dihentikan.
Lihat Juga :