Selesai Dilantik, Puluhan Dokter Muda Unusa Siap Mengabdi untuk Masyarakat
Senin, 05 April 2021 - 00:15 WIB
loading...
Pelantikan dan Sumpah Dokter Angkatan Ke-1 Periode 1 Tahun 2021. Foto/SINDONews/HO/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Senat Akademik Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Nahdatul Ulama Surabaya ( Unusa ), menggelar Acara Pelantikan dan Sumpah Dokter Angkatan Ke-1 Periode 1 Tahun 2021.
Sebanyak 29 mahasiswa Program Profesi Dokter (PPD) FK Unusa telah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik, dan telah dinyatakan lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Periode bulan Februari 2021.
Menurut Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, pelantikan dan pengambilan sumpah ini adalah awal untuk beberapa tahap lanjutan di bidang kedokteran. Kata dia, masih banyak jenjang pendidikan lanjutan baik spesialisasi maupun magister yang bisa dilalui.
Baca juga: Dijambret, Gadis Cantik Ini Tendang Motor Pelaku hingga Jatuh dan Babakbelur
”Setelah pengambilan sumpah, para dokter baru harus menyiapkan diri untuk menjalankan program internship selama 1 tahun di tempat pilihan masing-masing,” ungkapnya di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.
Jazidie menambahkan, FK Unusa selalu berbenah menjadi lebih baik dengan menyiapkan program-program yang dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta siap bersaing di manapun dia bertugas.
"Saya berpesan, agar setiap lulusan tetap menjaga nama baik sendiri, orang tua, profesi dan almamater, jika sudah terjun ke masyarakat, dan tetap mengamalkan seluruh sumpah yang telah dilafalkan saat pelantikan," tuturnya.
Pria yang murah senyum ini mengungkapkan bahwa PPD FK Unusa angkatan 1 lulus 100 persen dalam UKMPPD. Ia menyambut gembira dan bangga atas prestasi mahasiswa FK ini. Sepengetahuannya, tidak semua mahasiswa program profesi dokter, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mampu lulus 100 persen untuk kategori first takers-nya.
“Lebih menggembirakan lagi, tahun lalu Program Studi Profesi Dokter Unusa sudah terakreditasi B. Selain itu, Prodi S1 Pendidikan Dokter juga sudah terakreditasi B. Capaian akreditasi ini diraih sebelum mahasiswa lulus. Dengan demikian, para lulusan FK Unusa bisa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan Program Studi Spesialis Dokter di FK universitas terkemuka manapun di Indonesia,” katanya.
Baca juga: Kuras Uang di ATM Kekasihnya, Pemuda Madiun Diringkus Polsek Mejayan
Sekretaris 3 IDI Surabaya, dr. Hilman Siregar menjelaskan, dengan adanya dokter baru dari Unusa, Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya menerima sepenuh hati dokter baru ini. Nantinya dokter baru akan menjalani Internship lebih dahulu sebelum melanjutkan profesi dokter yang diinginkan.
"Setelah internship, dokter baru bisa melanjutkan ambil spesialis atau bahkan menjadi dokter umum," terangnya.
Hilman mengakui, saat ini kebutuhan dokter di daerah memang sangat besar. Maka dengan adanya dokter baru dari Unusa, Hilman berharap bisa memenuhi kebutuhan dokter di daerah.
"Perumusan dalam penyebaran kebutuhan dokter di daerah harus duduk bersama antara pemerintah provinsi daerah dan pemerintah kota, agar tetap sasran serta dokter baru mau ditempatkan dan betah di daerah yang saat ini dirasa masih kurang," ucap Hilman.
Dekan Fakuktas Kedokteran (FK) Unusa, Dr. dr. Handayani, memastikan, 29 dokter baru dari Unusa ini nantinya akan menjalani Internship. Setelah itu, dokter baru bisa mengambil pendidikan lanjutan atau mengambil spesialis. "Bahkan dokter baru bisa mengabdi di pondok pesantren tempat dokter ini sekolah dahulu," jelasnya.
Handayani menjelaskan, nantinya dokter baru juga bisa bekerja di rumah sakit jejaring Nahdlatul Ulama yang ada diseluruh Indonesia. "Kami berharap lulusan ini harus siap untuk ditempatkan dimana saja sebagai upaya memenuhi kebutuhan dokter di daerah ," jelasnya.
Salah satu lulusan dokter baru Unusa, dr Nuris Umi Rizqi mengaku sudah tidak sabar untuk menjalani Internship agar dapat membantu kesehatan di masyarakat. "Kami siap untuk diterjukan dimana pun dalam membantu kesehatan masyarakat yang memang membutuhkan bantuan kami," tandasnya.
Sebanyak 29 mahasiswa Program Profesi Dokter (PPD) FK Unusa telah menyelesaikan Kepaniteraan Klinik, dan telah dinyatakan lulus Ujian Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) Periode bulan Februari 2021.
Menurut Rektor Unusa, Prof. Achmad Jazidie, pelantikan dan pengambilan sumpah ini adalah awal untuk beberapa tahap lanjutan di bidang kedokteran. Kata dia, masih banyak jenjang pendidikan lanjutan baik spesialisasi maupun magister yang bisa dilalui.
Baca juga: Dijambret, Gadis Cantik Ini Tendang Motor Pelaku hingga Jatuh dan Babakbelur
”Setelah pengambilan sumpah, para dokter baru harus menyiapkan diri untuk menjalankan program internship selama 1 tahun di tempat pilihan masing-masing,” ungkapnya di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.
Jazidie menambahkan, FK Unusa selalu berbenah menjadi lebih baik dengan menyiapkan program-program yang dirancang khusus untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas serta siap bersaing di manapun dia bertugas.
"Saya berpesan, agar setiap lulusan tetap menjaga nama baik sendiri, orang tua, profesi dan almamater, jika sudah terjun ke masyarakat, dan tetap mengamalkan seluruh sumpah yang telah dilafalkan saat pelantikan," tuturnya.
Pria yang murah senyum ini mengungkapkan bahwa PPD FK Unusa angkatan 1 lulus 100 persen dalam UKMPPD. Ia menyambut gembira dan bangga atas prestasi mahasiswa FK ini. Sepengetahuannya, tidak semua mahasiswa program profesi dokter, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta yang mampu lulus 100 persen untuk kategori first takers-nya.
“Lebih menggembirakan lagi, tahun lalu Program Studi Profesi Dokter Unusa sudah terakreditasi B. Selain itu, Prodi S1 Pendidikan Dokter juga sudah terakreditasi B. Capaian akreditasi ini diraih sebelum mahasiswa lulus. Dengan demikian, para lulusan FK Unusa bisa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan Program Studi Spesialis Dokter di FK universitas terkemuka manapun di Indonesia,” katanya.
Baca juga: Kuras Uang di ATM Kekasihnya, Pemuda Madiun Diringkus Polsek Mejayan
Sekretaris 3 IDI Surabaya, dr. Hilman Siregar menjelaskan, dengan adanya dokter baru dari Unusa, Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya menerima sepenuh hati dokter baru ini. Nantinya dokter baru akan menjalani Internship lebih dahulu sebelum melanjutkan profesi dokter yang diinginkan.
"Setelah internship, dokter baru bisa melanjutkan ambil spesialis atau bahkan menjadi dokter umum," terangnya.
Hilman mengakui, saat ini kebutuhan dokter di daerah memang sangat besar. Maka dengan adanya dokter baru dari Unusa, Hilman berharap bisa memenuhi kebutuhan dokter di daerah.
"Perumusan dalam penyebaran kebutuhan dokter di daerah harus duduk bersama antara pemerintah provinsi daerah dan pemerintah kota, agar tetap sasran serta dokter baru mau ditempatkan dan betah di daerah yang saat ini dirasa masih kurang," ucap Hilman.
Dekan Fakuktas Kedokteran (FK) Unusa, Dr. dr. Handayani, memastikan, 29 dokter baru dari Unusa ini nantinya akan menjalani Internship. Setelah itu, dokter baru bisa mengambil pendidikan lanjutan atau mengambil spesialis. "Bahkan dokter baru bisa mengabdi di pondok pesantren tempat dokter ini sekolah dahulu," jelasnya.
Handayani menjelaskan, nantinya dokter baru juga bisa bekerja di rumah sakit jejaring Nahdlatul Ulama yang ada diseluruh Indonesia. "Kami berharap lulusan ini harus siap untuk ditempatkan dimana saja sebagai upaya memenuhi kebutuhan dokter di daerah ," jelasnya.
Salah satu lulusan dokter baru Unusa, dr Nuris Umi Rizqi mengaku sudah tidak sabar untuk menjalani Internship agar dapat membantu kesehatan di masyarakat. "Kami siap untuk diterjukan dimana pun dalam membantu kesehatan masyarakat yang memang membutuhkan bantuan kami," tandasnya.
(msd)
Lihat Juga :