Fasilitasi Pendidikan Santri, Unusa Siapkan Program CBL bagi Pondok Pesantren di Jatim
Jum'at, 02 April 2021 - 11:08 WIB
loading...
Ketua Humas dan Marketing (Humas) Unusa, M. Ghofirin saat mengajar beberapa waktu lalu. Foto/Dok
A
A
A
SURABAYA - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyiapkan program Community Based Learning (CBL) bagi Pondok Pesantren di Jawa Timur. CBL bertujuan untuk memfasilitasi santri atau alumni pondok pesantren yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang sarjana.
Ketua Humas dan Marketing (Humas) Unusa, M. Ghofirin menjelaskan, program CBL ini ditujukan untuk komunitas yakni pondok pesantren, khususnya yang ada di Jawa Timur dan Umumnya ada di Indonesia.
Bagi Unusa, pondok pesantren merupakan mitra strategis yang dapat menjalankan program CBL. "Nantinya proses pembelajaran ini dilakukan secara blanded learning atau pembelajaran campuran dengan cara daring maupun luring," katanya. Baca juga: Prodi Kedokteran Universitas Nahdatul Ulama Surabaya Peroleh Akreditasi B Dari LAM PT-Kes
Melalui program CBL ini, nantinya calon mahasiswa dari pondok pesantren tidak harus datang ke Kampus Unusa yang ada di Jalan Jemursari No 57 Surabaya. "Karena perkuliahan dilakukan secara daring maupun luring di pondok pesantren," tegas Ghofirin.Perkulihan bisa juga dilakukan di kampus Unusa. "Setidaknya mahasiswa mengetahui kampusnya," jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekjen OPOP Jatim ini.
Pria yang juga sebagai dosen Akuntansi Unusa ini berharap, melalui program tersebut, Unusa bisa meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur. "Secara tidak langsung bisa memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan indek pembangunan manusia atau IPM di Jawa Timur, sehingga lulusan perguruan tinggi semakin banyak serta remaja-remaja yang berkompeten di bidangnya," terangnya.
Ketua Humas dan Marketing (Humas) Unusa, M. Ghofirin menjelaskan, program CBL ini ditujukan untuk komunitas yakni pondok pesantren, khususnya yang ada di Jawa Timur dan Umumnya ada di Indonesia.
Bagi Unusa, pondok pesantren merupakan mitra strategis yang dapat menjalankan program CBL. "Nantinya proses pembelajaran ini dilakukan secara blanded learning atau pembelajaran campuran dengan cara daring maupun luring," katanya. Baca juga: Prodi Kedokteran Universitas Nahdatul Ulama Surabaya Peroleh Akreditasi B Dari LAM PT-Kes
Melalui program CBL ini, nantinya calon mahasiswa dari pondok pesantren tidak harus datang ke Kampus Unusa yang ada di Jalan Jemursari No 57 Surabaya. "Karena perkuliahan dilakukan secara daring maupun luring di pondok pesantren," tegas Ghofirin.Perkulihan bisa juga dilakukan di kampus Unusa. "Setidaknya mahasiswa mengetahui kampusnya," jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekjen OPOP Jatim ini.
Pria yang juga sebagai dosen Akuntansi Unusa ini berharap, melalui program tersebut, Unusa bisa meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur. "Secara tidak langsung bisa memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan indek pembangunan manusia atau IPM di Jawa Timur, sehingga lulusan perguruan tinggi semakin banyak serta remaja-remaja yang berkompeten di bidangnya," terangnya.
Lihat Juga :