Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu

loading...
Kombatan GAM yang Pernah Dididik di Libya Gelar Silaturahmi, Polisi Siaga Satu
Silaturahmi kombatan tentara GAM eks Libya, mendapatkan pengawasan ketat dari aparat kepolisian. Foto/iNews/Muhammad Jafar
LHOKSEUMAWE - Ratusan anggota Polres Lhokseumawe, mengamankan acara silaturrahmi mantan kombatan tentara GAM yang pernah dididik di Libya. Silaturahmi digelar di Kompleks Makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (4/4/2021).

Baca juga: Menikmati Legitnya Leumang Bersama Boh Manok Kocok Kopi Khas Aceh

Mantan GAM Tripoli tergabung Komite Muallimin Aceh Sumatera, bersama Panglima GAM seluruh Aceh , menghadiri acara dzikir dan doa bersama di Makam Sultan Malikussaleh, untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan saling silaturrahmi.



Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Pasee, Teungku Zulkarnaini dikenal Teungku Nie alumni Tripoli Libya mengungkapkan, pemerintah Indonesia diminta jangan risau, kegiatan ini hanyan silaturahmi, berdoa dan dzikir bersama menjelang bulan suci Ramadhan, mempersatukan dan menjaga kekompakan dalam struktur komando GAM di seluruh Aceh, dan Malaysia.



Baca juga: Rem Blong, 2 Gadis Cantik Asal Jombang Meregang Nyawa di Jalur Cangar

"Pasca MOU kesepakatan damai Indonesia dan GAM, rakyat Aceh terus memperjuang kejahteraannya sesuai poin-poin di UUPA, pembatalan agenda politik Pilkada 2022 tetap menjadi pertanyaan bersama, dan tidak ada uang untuk pelaksanaan bukan alasan mutlak. Pihak legislatif Aceh, juga harus memahami dan memperjuangkan kekhususan Aceh, terkait pelaksanaan pilkada," jelas Teungku Nie.

Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan

Panglima GAM wilayah Pasee ini menambahkan, terjadi pemiskinan terhadap rakyat Aceh, sehingga Aceh menepati urutan teratas daerah termiskin. "Pemerintah Aceh, dan utusan DPRA dari Partai Aceh , harus terus memperjuangkan dan menampung aspirasi masyarakat. Di antaranya pembangunan jembatan-jembatan dan jalanan rusak, rumah dhuafa, dan bencana kekeringan yang melanda persawahan petani di pedesaan saat kemarau tiba," tegasnya.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top