Video Viral Dugaan Penganiayaan Satwa Dilindungi, Ternyata Ini Hasil Rekonstruksi

Minggu, 04 April 2021 - 15:43 WIB
loading...
Video Viral Dugaan Penganiayaan...
Penyiksaan satwa dilindungi jenis Simpai, viral di media sosial. Aksi tidak terpuji itu dilakukan oleh sejumlah pemuda di Tanahdatar, Sumatera Barat. Foto/iNews TV/Wahyu Sikumbang
A A A
TANAHDATAR - Paska beredarnya video viral dugaan penganiayaan satwa dilindungi jenis Simpai, oleh sejumah pemuda di Tanahdatar, Sumatera Barat. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat, berhasil menemukan lokasi kejadian dan mengamankan lima pelaku.

Baca juga: Tersisa 800 Ekor, Spesies Orangutan Tapanuli Mendekati Kepunahan

Dari hasil pemeriksaan terpisah dan reka ulang kejadian di lokasi, terungkap fakta di balik video viral tersebut, bahwa pelaku menangkap Simpai untuk ditolong karena Simpai dalam kondisi luka. Setelah Simpai diobati, para pelaku juga langsung melepas satwa langka dan dlindungi tersebut ke hutan di sekitar lokasi.



Berdasarkan hasil penelusuran petugas BKSDA Sumatera Barat dan polisi, lokasi penangkapan satwa Simpai berada di pinggir sebuah sungai di Jorong Aia Mudiak, Nagari Tambangan, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanahdatar, dengan pelaku berjumlah lima orang.

Baca juga: Asyik Berhubungan Seks di Hotel, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Diciduk Petugas Gabungan

Pada Sabtu (3/4/2021) para terduga pelaku dibawa ke balai adat setempat, untuk diperiksa dan dimintai keterangan secara terpisah. Dari hasil pemeriksaan terhadap ponsel perekam video viral tersebut, diketahui video direkam pada tanggal 14 Januari 2021, pelaku yang terlibat lima orang dengan berbagai peran.

Kelimanya adalah A (17) yang merekam atau mengambil video , kemudian MR (15) yang memegang Simpai; HF (32) memegang karung; TPT (16) berbaju batik biru dalam posisi berdiri, dan JM (45) kaos hitam yang juga berdiri. Selanjutnya (18) beperan sebagai penyebar video.

Video Viral Dugaan Penganiayaan Satwa Dilindungi, Ternyata Ini Hasil Rekonstruksi


Petugas Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Sumatera Barat, Ade Putra mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan terpisah para pelaku, terungkap kronologi kejadian berawal saat para pelaku akan mandi di sungai lalu melihat ada Simpai yang terjatuh dan terluka.

Baca juga: Tabrak Truk dengan Kecepatan Tinggi, Anggota Polres Batubara Tewas

"Mereka bermaksud menyelamatkan Simpai sehingga mereka menangkap satwa tersebut. Namun satwa bereaksi dan melawan hingga menyerang pelaku MR yang sudah memegang ekor Simpai. Hal itu membuat para pelaku spontan tertawa," tuturnya.

Simpai yang dalam kondisi tidak dapat berjalan akhirnya berhasil ditangkap, dan dimasukkan ke dalam karung utuk dibawa dan diobati di rumah yang berjarak 30 meter dari lokasi pinggir sungai. Setelah mengobati Simpai , para pelaku langsung melepas Simpai hari itu juga ke hutan di sekitar lokasi.

Baca juga: Sumba Timur Gempar, Bendung Kambaniru Patah Warga Panik Berlarian Mengungsi

Setelah rekonstruksi ulang oleh pelaku disaksikan perangkat nagari, jorong, dan warga, semua pelaku kemudian diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan di Polres Padang Panjang, serta membuat video klarifikasi di kantor wali nagari.

Video Simpai yang seperti dianiaya itu, sebelumnya sempat viral di media sosial . Para netizen dibuat geram, sebab dalam video terlihat Simpai mengeluarkan suara keras seperti tersiksa, sementara sejumlah pria malah menikmati dengan tertawa, yang ternyata tujuannya bukan menyiksa melainkan menolong satwa yang terluka.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Kapolda Riau Namai Anak...
Kapolda Riau Namai Anak Gajah Tesso Nilo Nona Seroja, Simbol Harapan Baru Konservasi
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
Terungkap, Selebgram...
Terungkap, Selebgram Woodyrman Mabuk saat Hajar Warga Negara Brunei di Blok M
Kronologi Wanita Ditabok...
Kronologi Wanita Ditabok Sesama Penumpang JakLingko
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Babak Baru Kasus Erin...
Babak Baru Kasus Erin Wartia, Pelapor Serahkan Dokumen LPSK ke Penyidik
Rekomendasi
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved