Dewan Minta Disdag Makassar Antisipasi Kelangkaan Elpiji Bersubsidi
Sabtu, 03 April 2021 - 12:15 WIB
loading...
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar untuk mengantisipasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi, menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram (kg) menjadi Rp18.500 per tabung.
Kebijakan kenaikan HET elpiji 3 kg berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Selatan nomor 11/2021. Elpiji bersubsidi naik Rp3.000 dari HET awal Rp15.500 per tabung. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2021.
Baca juga: HET Elpiji 3 Kilogram di Sulsel Bakal Naik Menjadi Rp18.500
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan, kenaikan elpiji bersubsidi khususnya menjelang Ramadan mesti segera diantisipasi. Kelangkaan gas elpiji 3 kg menurutnya berpotensi terjadi di pasaran.
"Harga naik, orang susah mendapatkan, dan ini yang biasa terjadi. Kalau sudah begitu, orang mau masak pakai apa, minyak tanah juga susah," jelasnya, Jumat (2/4/2021).
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19 . Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Sosialisasi Harga Baru LPG 3 Kilogram Terus Dilakukan di Gowa
Kebijakan kenaikan HET elpiji 3 kg berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Selatan nomor 11/2021. Elpiji bersubsidi naik Rp3.000 dari HET awal Rp15.500 per tabung. Kebijakan ini mulai berlaku 1 April 2021.
Baca juga: HET Elpiji 3 Kilogram di Sulsel Bakal Naik Menjadi Rp18.500
Anggota Komisi B DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan, kenaikan elpiji bersubsidi khususnya menjelang Ramadan mesti segera diantisipasi. Kelangkaan gas elpiji 3 kg menurutnya berpotensi terjadi di pasaran.
"Harga naik, orang susah mendapatkan, dan ini yang biasa terjadi. Kalau sudah begitu, orang mau masak pakai apa, minyak tanah juga susah," jelasnya, Jumat (2/4/2021).
Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya menaikkan elpiji bersubsidi di tengah pandemi Covid-19 . Pasalnya, hingga kini kondisi perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Sosialisasi Harga Baru LPG 3 Kilogram Terus Dilakukan di Gowa
Lihat Juga :