Terus Berinovasi di Tengah Pandemi, Jateng Masuk Nominasi Pembangunan Daerah 2021
Sabtu, 03 April 2021 - 13:07 WIB
loading...
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau program PPKM skala mikro di Kalisalak, Kabupaten Batang. Foto/Ist
A
A
A
SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah masuk nominasi penerima penghargaan pembangunan daerah 2021 dari Bappenas. Ini berkat inovasi pelayanan publik yang terus bermunculan di tengah pandemi COVID-19. Salah inovasi yang mencuat adalah program Jogo Tonggo.
Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini dinilai ampuh mengatasi persoalan masyarakat hingga tingkat bawah. Menggerakkan kekuatan dari bawah, program ini menjadikan Jawa Tengah sebagai nominasi penerima penghargaan pembangunan daerah 2021 oleh Bappenas .
"Program Jogo Tonggo merupakan respon atas pandemi yang datang tiba-tiba. Saat semua sektor dilemahkan dan anggaran terbatas, tidak mungkin penanganan hanya dilakukan oleh satu lembaga semata," kata Ganjar, Jumat (2/4/2021). Baca juga: Mudik Lebaran Tak Dilarang, Ganjar Minta Pintu Masuk ke Daerah Diperketat
Dari situlah ide program Jogo Tonggo muncul. Dengan mengoptimalkan kekuatan terbawah seperti Dasa Wisma, PKK, Linmas dan lainnya, program ini sukses menjadi garda terdepan penanganan pandemi hingga ke pemukiman.
"Tak hanya soal kesehatan, tapi juga pemenuhan pangan. Ada program canthelan, program anak-anak muda menggantungkan bahan makanan di depan rumah-rumah warga saat pandemi. Bahkan turunannya, untuk membeli bahan pokok kita sarankan membeli di warung tetangga. Dengan begitu, masyarakat bisa saling menguatkan secara ekonomi di tengah pandemi," ujarnya.
Program yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ini dinilai ampuh mengatasi persoalan masyarakat hingga tingkat bawah. Menggerakkan kekuatan dari bawah, program ini menjadikan Jawa Tengah sebagai nominasi penerima penghargaan pembangunan daerah 2021 oleh Bappenas .
"Program Jogo Tonggo merupakan respon atas pandemi yang datang tiba-tiba. Saat semua sektor dilemahkan dan anggaran terbatas, tidak mungkin penanganan hanya dilakukan oleh satu lembaga semata," kata Ganjar, Jumat (2/4/2021). Baca juga: Mudik Lebaran Tak Dilarang, Ganjar Minta Pintu Masuk ke Daerah Diperketat
Dari situlah ide program Jogo Tonggo muncul. Dengan mengoptimalkan kekuatan terbawah seperti Dasa Wisma, PKK, Linmas dan lainnya, program ini sukses menjadi garda terdepan penanganan pandemi hingga ke pemukiman.
"Tak hanya soal kesehatan, tapi juga pemenuhan pangan. Ada program canthelan, program anak-anak muda menggantungkan bahan makanan di depan rumah-rumah warga saat pandemi. Bahkan turunannya, untuk membeli bahan pokok kita sarankan membeli di warung tetangga. Dengan begitu, masyarakat bisa saling menguatkan secara ekonomi di tengah pandemi," ujarnya.
Lihat Juga :