Deklarasi di Tembagapura, Masyarakat Pegunungan Papua Tolak Aksi Kekerasan KKB

loading...
Deklarasi di Tembagapura, Masyarakat Pegunungan Papua Tolak Aksi Kekerasan KKB
Masyarakat Papua yang tinggal di wilayah pegunungan menolak aksi kekerasan yang seing dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Foto/Ist
MIMIKA - Masyarakat Papua yang tinggal di wilayah pegunungan menolak aksi kekerasan yang sering kali dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) . Mereka menggelar deklarasi Penolakan Tindak Kekerasan di Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura , Kabupaten Mimika, Jumat (2/4/2021).

Baca juga: BIN Sebut KKB Sejajar dengan Teroris, Harus Dimusnahkan

Deklarasi yang dilakukan bersama masyarakat pendulang di Utikini Baru dihadiri oleh personel TNI/Polri di wilayah Tembagapura, pendeta Giman Magay, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, kepala suku, kepala CP pendulang kali kabur serta masyarakat Kampung Banti.

Baca juga: Brimob Kirim 6 Polwan Cantik, Terbaik dan Tangguh ke Papua untuk Buru KKB

Pada deklarasi tersebut, terlihat bendera Merah Putih dan spanduk yang berisi tulisan, "Kami atas nama warga masyarakat menyatakan menolak keras tindakan kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB)", "Mendukung penuh tindak penegakan hukum yang dilakukan TNI dan Polri."



Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Giman Magay juga meminta agar TNI dan Polrimenjaga masyarakat yang melakukan aktifitas kerja pendulangan/melakukan aktifitas sehari-hari dengan cara berkebun di area perkampungan di Utikini hingga di Banti 1 dan banti 2.

"Kami menolak keras Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang akan masuk mengganggu keamanan di kampung Kami," tegas Pendeta Giman. Selain itu, dia juga mengajak semua kepala kampung tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat suoaya bekerjasama mendukung penuhTNI/Polri.



Sedangkan tokoh pemuda, Jos Magay memberi ucapan terimakasih atas kehadiran TNI/Polri, serta menekankan pada penolakan kekerasan.

"Kami menolak keras adanya kelompok-kelompok yang akan masuk dan membuat kacau/onar, karena mereka sangat menganggu ketenangan warga, khususnya di wilayah Tembagapura," katanya. Dia juga menyatakan mendukung penuh tindakkan hukum yang dilakukan TNI/Polridi wilayah Tembagapura.



Kegiatan ini mendapat respons dari Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduard Edison. "Harapan kami agar kita bersama sama menjaga kemanan di wilayah Tembagapura, karena keamanan bukan semata-mata merupakan tanggung jawab aparat keamanan. Namun keamanan adalah tanggungjawab kita bersama," kata Kapolsek.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top