Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar, 4 Orang Diperiksa Intensif
Selasa, 30 Maret 2021 - 15:07 WIB
loading...
Polisi menggeledah rumah terduga pelaku bom bunuh diri berinisial L di Jalan Bunga Ejaya Kota Makassar. Foto/iNews TV/Wahyu Ruslan
A
A
A
MAKASSAR - Empat orang terduga teroris yang terlibat dalam bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh pihak kepolisian.
Baca juga: Sebelum Ledakkan Diri di Gereja Katedral Makassar, Pelaku Sempat Unggah Ini di Medsos
Mereka diduga berperan sebagai orang yang mendoktrin dan merencanankan aksi bom bunuh diri . Selain keempat terduga teroris yang diamankan polisi, Densus 88 Mabes Polri, juga memeriksa sejumlah warga yang sebagai saksi.
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) terus mendalami kasus bom bunuh diri yang melibatkan pasangan suami istri sebagai eksekutor.
Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, Kobaran Api di Kilang Minyak Pertamina Balongan Masih Menyala Hebat
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, empat orang terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, didugaa sebagai perancang aksi bom bunuh diri di Geraja Khatedral Makassar, dan berhasil di tangkap di Kota Makassar.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat orang ini berperan dalam memberikan doktrin , menyusun rencana, memantau aktivitas target pengeboman, dan membeli bahan peledak. Keempatnya merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang sering melakukan pertemuan di Villa Mutiara Biru Makassar, sebagai terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Jolo Filipina," ungkapnya.
Baca juga: Demak Gempar, Gadis 18 Tahun Pimpin Geng Sadis Keroyok Pemuda Hingga Bersimbah Darah
Tak hanya keempat tersangka, polisi juga memeriksa sejumlah saksi mata pada saat kejadian, hal ini dilakukan untuk mencari bukti pendukung dalam kasus pasangan bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri.
Boy Rafli sangat menyayangkan adanya aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial L (26), dan istrinya YSF. Keduanya baru menikah enam bulan yang lalu. Diduga keduanya terpapar paham radikalisme melalui sarana media sosial, dengan melihat konten-konten bersifat propaganda.
Baca juga: Selasa Pagi Merapi Gemparkan Warga Sleman, Muntahkan Wedus Gembel Sejauh 1,5 Km
Jenderal polisi bintang tiga ini, berada di Makassar untuk menghadiri pertemuan dengan sejumlah organiasi pemuda dan tokoh agama , beserta Wali Kota Makassar, di salah satu rumah pribadi Wali Kota Makassar, Selasa (30/3/2021).
Empat tersangka ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Kota Makassar, yakni berinisial AS, SA, MS, dan AA. Polisi juga telah menggeledah rumah terduga pelaku bom bunuh diri berinisial L di Jalan Bunga Ejaya Kota Makassar.
Baca juga: Sebelum Ledakkan Diri di Gereja Katedral Makassar, Pelaku Sempat Unggah Ini di Medsos
Mereka diduga berperan sebagai orang yang mendoktrin dan merencanankan aksi bom bunuh diri . Selain keempat terduga teroris yang diamankan polisi, Densus 88 Mabes Polri, juga memeriksa sejumlah warga yang sebagai saksi.
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teorisme (BNPT) terus mendalami kasus bom bunuh diri yang melibatkan pasangan suami istri sebagai eksekutor.
Baca juga: Diguyur Hujan Lebat, Kobaran Api di Kilang Minyak Pertamina Balongan Masih Menyala Hebat
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, empat orang terduga teroris yang diamankan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, didugaa sebagai perancang aksi bom bunuh diri di Geraja Khatedral Makassar, dan berhasil di tangkap di Kota Makassar.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, keempat orang ini berperan dalam memberikan doktrin , menyusun rencana, memantau aktivitas target pengeboman, dan membeli bahan peledak. Keempatnya merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang sering melakukan pertemuan di Villa Mutiara Biru Makassar, sebagai terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Jolo Filipina," ungkapnya.
Baca juga: Demak Gempar, Gadis 18 Tahun Pimpin Geng Sadis Keroyok Pemuda Hingga Bersimbah Darah
Tak hanya keempat tersangka, polisi juga memeriksa sejumlah saksi mata pada saat kejadian, hal ini dilakukan untuk mencari bukti pendukung dalam kasus pasangan bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri.
Boy Rafli sangat menyayangkan adanya aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial L (26), dan istrinya YSF. Keduanya baru menikah enam bulan yang lalu. Diduga keduanya terpapar paham radikalisme melalui sarana media sosial, dengan melihat konten-konten bersifat propaganda.
Baca juga: Selasa Pagi Merapi Gemparkan Warga Sleman, Muntahkan Wedus Gembel Sejauh 1,5 Km
Jenderal polisi bintang tiga ini, berada di Makassar untuk menghadiri pertemuan dengan sejumlah organiasi pemuda dan tokoh agama , beserta Wali Kota Makassar, di salah satu rumah pribadi Wali Kota Makassar, Selasa (30/3/2021).
Empat tersangka ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Kota Makassar, yakni berinisial AS, SA, MS, dan AA. Polisi juga telah menggeledah rumah terduga pelaku bom bunuh diri berinisial L di Jalan Bunga Ejaya Kota Makassar.
(eyt)
Lihat Juga :