Dam Kali Kawat, Dinilai Jadi Solusi Air Bagi Petani di Banyuwangi
Jum'at, 26 Maret 2021 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Senior Manager External Affairs PT BSI, Sudarmono mengatakan, dengan aliran air dari dam, petani saat ini bisa menanam setahun tiga kali, sebelumnya hanya sekali. Selain itu di sela-sela penanaman padi mereka bisa membudidayakan palawija.
“Dengan hitungan konservatif, dari 243 hektare, setidaknya tahun ini petani Dusun Krajan bisa menghasilkan sekitar 4.400 ton dari sawah mereka,” kata Sudarmono.
Dam Kali Kawat dirintis pembangunannya pada 1.968 oleh seseorang bernama Maji. Kala itu, kerangka bangunan masih terbuat dari kayu. Bangunan tersebut mampu bertahan hingga sepuluh tahun.
Pada 1.978, pemerintah mengganti bangunan dam dengan material beton dan bertahan sampai saat ini. Namun, seiring waktu sampah, batuan, dan sedimen yang terbawa arus sungai dari hulu semakin lama semakin banyak memenuhi cekungan dam.
Akibatnya, debit air yang semula mencapai 600 ribu meter kubik berkurang drastis. Selama dua puluh tahun terakhir, dam ini praktis mangkrak.
Baca juga: Probolinggo Gempar, Hilang selama 30 tahun Kakek Masim Warga Magelang Ditemukan di Pinggir Pantura
“Dengan hitungan konservatif, dari 243 hektare, setidaknya tahun ini petani Dusun Krajan bisa menghasilkan sekitar 4.400 ton dari sawah mereka,” kata Sudarmono.
Dam Kali Kawat dirintis pembangunannya pada 1.968 oleh seseorang bernama Maji. Kala itu, kerangka bangunan masih terbuat dari kayu. Bangunan tersebut mampu bertahan hingga sepuluh tahun.
Pada 1.978, pemerintah mengganti bangunan dam dengan material beton dan bertahan sampai saat ini. Namun, seiring waktu sampah, batuan, dan sedimen yang terbawa arus sungai dari hulu semakin lama semakin banyak memenuhi cekungan dam.
Akibatnya, debit air yang semula mencapai 600 ribu meter kubik berkurang drastis. Selama dua puluh tahun terakhir, dam ini praktis mangkrak.
Baca juga: Probolinggo Gempar, Hilang selama 30 tahun Kakek Masim Warga Magelang Ditemukan di Pinggir Pantura
Lihat Juga :