BRI Pastikan Raibnya Uang Rp400 Juta Terkait Utang Piutang
Kamis, 18 Maret 2021 - 21:21 WIB
loading...
Zul Ilman Amir, mantan pekerja BRI menunjukkan surat pernyataan tertulisnya terkait masalah uang yang raib Rp400 juta, Kamis (18/3/2021). Foto: SINDOnews/Suwarny Amir
A
A
A
MAKASSAR - Kejadian hilangnya saldo Rp400 juta yang menurut pengakuan nasabah BRI bernama Sigit Presetya menyedot perhatian masyarakat. Informasi yang viral saat ini perlu untuk diluruskan sesuai dengan fakta yang ada.
Menurut Pemimpin BRI Kantor Wilayah Makassar , Mohamad Fikri Satriawan, kasus raibnya saldo Rp400 juta dipastikan murni terjadi atas dasar utang piutang pribadikedua belah pihak, yang kemudian dijanjikan keuntungan.
Baca juga: Holding Ultra Mikro Bukan Upaya Merger, Bos BRI: Tidak Ada Perubahan Bisnis Inti
Agar persoalan ini tidak berlarut-larut, pihak BRI mengumpulkan sejumlah fakta-fakta berdasarkan informasi dengan dasar dokumen-dokumen yang valid dan sah.Pertama, kata Mohamad Fikri Satriawan, uang yang disetor ternyata ditarik kembali oleh nasabah.
"Sigit Prasetya menyetorkan dana kepada BRI pada 29 Agustus 2018, kemudian yang bersangkutan mendatangi kantor BRI Unit Toddopuli, Makassar pada pukul 14.04.40 dengan menyetorkan uang senilai Rp400 juta. 49 detik kemudian, pada pukul 14.05.29 yang bersangkutan melakukan penarikan uang dengan jumlah yang sama. Penarikan dilakukan karena yang bersangkutan melakukan pembatalan untuk menabung di BRI . Bukti transaksi penyetoran dan penarikan uang tersebut lengkap dan ditandatangani oleh yang bersangkutan sehingga transaksi penarikan tersebut sah dan valid," ujarnya, dalam siaran persnya, Kamis (18/3/2021).
Fakta kedua, uang tersebut diserahkan secara personal kepadaZul Ilman Amir dengan alasan kedekatan."Hal ini dilakukan atas dasar faktor kedekatan personal yang merupakan teman sejak kecil, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan. Berdasarkan pengakuan Ilman, dana tersebut diserahkan oleh Sigit kepada Ilman untuk diinvestasikan ke tempat lain dengan harapan mendapatkan keuntungan," terangnya.
Baca juga: Holding BUMN Ultra Mikro Ditarget Menjamah 30 Juta Nasabah Baru
Menurut Pemimpin BRI Kantor Wilayah Makassar , Mohamad Fikri Satriawan, kasus raibnya saldo Rp400 juta dipastikan murni terjadi atas dasar utang piutang pribadikedua belah pihak, yang kemudian dijanjikan keuntungan.
Baca juga: Holding Ultra Mikro Bukan Upaya Merger, Bos BRI: Tidak Ada Perubahan Bisnis Inti
Agar persoalan ini tidak berlarut-larut, pihak BRI mengumpulkan sejumlah fakta-fakta berdasarkan informasi dengan dasar dokumen-dokumen yang valid dan sah.Pertama, kata Mohamad Fikri Satriawan, uang yang disetor ternyata ditarik kembali oleh nasabah.
"Sigit Prasetya menyetorkan dana kepada BRI pada 29 Agustus 2018, kemudian yang bersangkutan mendatangi kantor BRI Unit Toddopuli, Makassar pada pukul 14.04.40 dengan menyetorkan uang senilai Rp400 juta. 49 detik kemudian, pada pukul 14.05.29 yang bersangkutan melakukan penarikan uang dengan jumlah yang sama. Penarikan dilakukan karena yang bersangkutan melakukan pembatalan untuk menabung di BRI . Bukti transaksi penyetoran dan penarikan uang tersebut lengkap dan ditandatangani oleh yang bersangkutan sehingga transaksi penarikan tersebut sah dan valid," ujarnya, dalam siaran persnya, Kamis (18/3/2021).
Fakta kedua, uang tersebut diserahkan secara personal kepadaZul Ilman Amir dengan alasan kedekatan."Hal ini dilakukan atas dasar faktor kedekatan personal yang merupakan teman sejak kecil, dengan harapan akan mendapatkan keuntungan. Berdasarkan pengakuan Ilman, dana tersebut diserahkan oleh Sigit kepada Ilman untuk diinvestasikan ke tempat lain dengan harapan mendapatkan keuntungan," terangnya.
Baca juga: Holding BUMN Ultra Mikro Ditarget Menjamah 30 Juta Nasabah Baru
Lihat Juga :