Awal Tahun, Sektor Usaha di Jawa Barat Mulai Membaik

Kamis, 18 Maret 2021 - 16:30 WIB
loading...
Awal Tahun, Sektor Usaha...
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani. Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A A A
BANDUNG - Sektor usaha di Jawa Badar sejak awal tahun tercatat mulai mengalami perbaikan, terbukti dengan adanya indikator semakin berkurangnya kendala yang dihadapi perusahaan. Perbaikan ini kondisi ini, diharapkan akan terus membaik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan, berdasarkan data survei 2020, sebanyak 84 dari 100 perusahaan tercatat mengalami kendala dalam usahanya. Sementara pada periode Januari 2021, jumlahnya terus menurun.

Baca juga: Berlagak Sok Jagoan Bersenjata Pistol Revolver, Jekri Dijebloskan ke Tahanan

"Hasil survei Januari 2021, jumlah perusahaan yang mengalami kendala mengalami penurunan menjadi 53 perusahaan dari 100. Persoalan yang dihadapi adalah pemasaran dan penjualan," kata Dyah pada Webinar dengan mengusung tema “Membangun Strategi dan Optimisme Kebangkitan Ekonomi di Tengah Pandemi”, Kamis (18/3/2021).

Menurut dia, perbaikan industri juga di Jawa Barat juga terlihat dari membaiknya indikasi pembayaran upah perusahaan kepada karyawan. Pada Juli 2020, sebanyak 70 dari 100 perusahaan mengalami kendala masalah upah. Sementara pada Januari 2021 ini hanya 23 dari 100 perusahaan.

Dia berharap, kondisi akan terus membaik hingga beberapa waktu ke depan. Pada kesempatan itu, Dyah juga menekankan pentingnya data statistik untuk mendorong ekonomi. Seminar kali ini, kata dia, upaya menyosialisasikan pemanfaatan data BPS kepada masyarakat. Yaitu sinergitas untuk akselerasi pemulihan dan membangkitkan ekonomi di tengah pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini.

Baca juga: 60 Desa Terpencil di Jabar Dapat Akses Internet Gratis

Semantara itu, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik, Sri Soelistyowati yang menjadi keynote speaker pada webinar itu mengatakan, dampak pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan sosial maupun turunnya kinerja ekonomi di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

"Dampak yang dialami Indonesia terutama pada sektor pariwisata yang juga berpengaruh pada transportasi dan sektor lainnya secara menyeluruh. Pemerintah sudah mencoba mengatasi dengan menetapkan kebijakan-kebijakan dan memberikan bantuan kepada masyarakat untuk pemulihan ekonomi nasional," beber dia.

Sementara Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat, Yudi Hartanto menyatakan, beberapa strategi adaptasi yang dilakukan toko ritel antara lain dengan meningkatkan promosi, efisiensi biaya, memanfaatkan big data dan memperkuat penjualan online.

"Vaksinasi dan protokol kesehatan juga termasuk adaptasi dalam meyakinkan konsumen bahwa pelayanan toko ritel tetap aman. Konsumen yang loyal menjadi salah satu kunci untuk menjaga pertumbuhan ritel," imbuh dia.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Rifqi Ali Mubarok, Sosok...
Rifqi Ali Mubarok, Sosok di Balik Misi Besar Partai Perindo di Jawa Barat
Jawa Barat Diprediksi...
Jawa Barat Diprediksi Hujan Sangat Lebat hingga 4 Mei 2026, Rawan Banjir
Anggota DPRD Jabar Soroti...
Anggota DPRD Jabar Soroti Dugaan Praktik Tak Wajar di Perguruan Tinggi
Musda XI Tetapkan Daniel...
Musda XI Tetapkan Daniel Muttaqien Syaifuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat
Tumbuh 5,37 Persen,...
Tumbuh 5,37 Persen, Akademisi Sebut Ekonomi Banten 2025 Tertinggi Pascapandemi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Diperpanjang, Berikut Jadwal Terbarunya
Rekomendasi
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Berita Terkini
Jelang Eksekusi Hotel...
Jelang Eksekusi Hotel Sultan, Spanduk Penolakan hingga Kawat Berduri Terpasang di Sekitar Lokasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved