Kecanduan Ponsel, 2 Pelajar SMP Masuk Panti Rehabilitasi Mental di Bekasi

Kamis, 18 Maret 2021 - 14:07 WIB
loading...
A A A
Jika tidak kunjung sembuh, baru mendatangi panti rehabilitasi, diprediksi pada masa pandemi ini banyak kejadian serupa.”Mereka sudah korban sejak awal, bukan disaat-saat online ini mereka kena. Tapi kemungkinan setelah putus sekolah normal, lalu pakai online itu, mungkin lebih banyak korbannya,” kata Marsan.

Saat seperti ini, ponsel menjadi kebutuhan mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD) hingga orang dewasa. Terlebih, kebutuhan gawai mendesak untuk kegiatan pembelajaran. Maka dibutuhkan kejelihan orang tua selama memfasilitasi anak. Salah satu gejala awal, saat anak asik bermain gawai dalam waktu enam jam tanpa jeda.

Maka patut dicurigai sudah berada ditahap candu. Dampak dari penggunaan gawai dapat terlihat kemudian hari saat gejala semakin parah.”Apakah korban gawai ini bertambah atau berkurang, tapi saya tidak mau mengatakan itu, tapi kita lihat faktanya semua anak ini megang HP. Alasan utama karena sekarang ini belajarnya lewat online, disitulah mulai munculnya penyakit,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, peecandu gawai dirawat selama tahun 2020 sebanyak 2 anak, dan masing-masing anak membutuhkan waktu rehabilitasi 3 sampai 4 bulan dengan metode rehabilitasi dengan mengalihkan perhatian kepada permainan selain gawai.”Jadi wajib tidak memberikan akses sama sekali pada gawai, dan batasan gawai pada anak hanya dua jam,” ucapnya.

Akibat kecanduan gawai tersebut terjadinya kemarahan dan kebosanan, apalagi gangguan pola tidur dan kualitas tidur yang buruk sehingga menyebabkan depresi dan cemas. Kebanyakan masalah kesehatan dampak penggunaan psikologi terjadi hipersensitivitas gelombang elektro magnetik dan ketergantungan akut terhadap perangkat elektronik yang mengelilingi penderita.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Konsumen Kini Utamakan...
Konsumen Kini Utamakan Garansi Bukan Cuma Spesifikasi saat Beli Ponsel
Rekomendasi
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Ruben Onsu Resmi Daftarkan...
Ruben Onsu Resmi Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli 2026
Berita Terkini
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Suasana Jelang Sidang...
Suasana Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa, TNI-Polri dan Rantis Brimob Bersiaga di PN Jaktim
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
TMII: Temuan Benda di...
TMII: Temuan Benda di Anjungan Sumbar Bukan Bom Tapi Mortir Peninggalan Lama
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved