Jadi Pembicara Zero Carbon City, Anies: Jakarta Telah Turunkan 26% Efek Gas Rumah Kaca
Rabu, 17 Maret 2021 - 22:30 WIB
loading...
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan. Foto/Istimewa/Facebook @Anies Baswedan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan , menjadi salah satu pembicara dalam Zero Carbon City International Forum, yang diselenggarakan oleh Institute For Global Environmental Strategies (IGES) secara daring, Rabu (17/3/2021).
Forum diskusi yang diikuti perwakilan dari berbagai kota dan organisasi terkait dari berbagai negara tersebut bertujuan untuk meningkatkan upaya kota-kota dunia mencapai nol emisi gas rumah kaca . Dalam sambutannya, Anies menjelaskan, Jakarta tengah berusaha untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 50% pada 2030, hingga mencapai nol emisi pada 2050, dan mengembangkan ketahanan masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan iklim.
“Jakarta tengah bekerja menunaikan komitmennya untuk menjadi kota berketahanan, dan kini kami telah menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26%. Ini akan terus kami kerjakan hingga target tersebut terpenuhi, bahkan terlampaui,” ucap Anies di Forum yang juga dihadiri Walikota Yokohama, Jepang tersebut, Rabu (17/3/2021).
Terobosan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ini sudah dikerjakan serius oleh Pemprov DKI, bahkan kolaborasi juga telah dilakukan dengan berbagai pihak melalui pembentukan gugus tugas iklim pada 2020. Gugus tugas ini terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain lembaga publik, entitas swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan universitas.
Selain itu Jakarta juga terus mengembangkan Zona Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ) dengan mentransformasi sektor transportasi umum dan mengubah paradigma pembangunan kota berorientasi mobil menjadi pembangunan berorientasi transit.
Forum diskusi yang diikuti perwakilan dari berbagai kota dan organisasi terkait dari berbagai negara tersebut bertujuan untuk meningkatkan upaya kota-kota dunia mencapai nol emisi gas rumah kaca . Dalam sambutannya, Anies menjelaskan, Jakarta tengah berusaha untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 50% pada 2030, hingga mencapai nol emisi pada 2050, dan mengembangkan ketahanan masyarakat dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan iklim.
“Jakarta tengah bekerja menunaikan komitmennya untuk menjadi kota berketahanan, dan kini kami telah menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26%. Ini akan terus kami kerjakan hingga target tersebut terpenuhi, bahkan terlampaui,” ucap Anies di Forum yang juga dihadiri Walikota Yokohama, Jepang tersebut, Rabu (17/3/2021).
Terobosan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ini sudah dikerjakan serius oleh Pemprov DKI, bahkan kolaborasi juga telah dilakukan dengan berbagai pihak melalui pembentukan gugus tugas iklim pada 2020. Gugus tugas ini terdiri dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain lembaga publik, entitas swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan universitas.
Selain itu Jakarta juga terus mengembangkan Zona Rendah Emisi atau Low Emission Zone (LEZ) dengan mentransformasi sektor transportasi umum dan mengubah paradigma pembangunan kota berorientasi mobil menjadi pembangunan berorientasi transit.
Lihat Juga :