Dies Natalis ke-31, Poltekbang Surabaya Perkuat Inovasi Teknologi Penerbangan
Kamis, 18 Maret 2021 - 01:05 WIB
loading...
A
A
A
Ide itu juga seiring dengan masukan yang disampaikan oleh Rektor Rektor Insitut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Mochamad Ashari dalam Orasi Ilmiah secara virtual bertema “Orientasi dan Fokus Perguruan Tinggi di Era VUCA”.
“Terkait peningkatan kualitas institusi. Ini menyangkut dua, mau di manajemen atau Tri Dharmanya dulu. Tri Dharma mau di yang bagian apa dulu, akreditasi, penelitian atau inovasi dulu, ini kita lengkapi. Kalau belum ada lembaga inovasinya, misal kita buat penelitian saja enggak cukup, harus ada inovasi yang bisa menghasilkan produk-produk yang bisa dimanfaatkan langsung. Penelitian output-nya publikasi. Inovasi output-nya dilimitasi. Di sisi manajemen, pemanfaatan ISO, kerjasama dalam dan luar negeri. Ini semua bentuk peningkatan kualitas institusi,” papar Ashari.
Baca juga: Mahfud MD Sebut Jawa Timur Mampu Tunjukkan Moderasi Beragama
Untuk bisa menjalankan hal tersebut, manajemen Poltekbang Surabaya diminta keluar dari comfort zone. “Kita perlu menggeser comfort zone, zona nyaman kita selama ini. Poltekbang Surabaya sebagai BLU (badan layanan umum) sudah sangat nyaman, disiapkan road map oleh Kabadan (Kepala BPSDMP, red). Misal traffic control akan bertahan berapa lama menggunakan tenaga manusia, artificial intelligence ini sudah masuk yang nantinya bukan berupa robot tapi hanya alat-alat saja yang bisa mendeteksi posisi pesawat lewat radar atau satelit secara otomatis dan langsung memberikan info ke pilot. Nah menggunakan orang ini sampai kapan? Ini tantangannya. Pasti semua arahnya akan kesana,” imbuhnya.
Tak sampai disitu, Mohamad Ashari juga menyebutkan soal teknologi komunikasi penerbangan juga bakal mengalami perubahan yang tak lagi didominasi dengan tenaga operator manusia.
“Berapa lama masih akan menggunakan operator. Dimana operator ini kerjanya detik by detik, menit by menit. Atau nanti hanya dibutuhkan satu orang saja sebagai penjaga alatnya. Ke depan teknologi akan menuju artificial intelligence. Pengoperasian sistem berjalan sendiri. Nah ini semua yang sudah kita lakukan saat ini bisa bertahan sampai kapan? Ini perlu dipikirkan dan gerak cepat untuk dianalisis,” saran dia.
“Terkait peningkatan kualitas institusi. Ini menyangkut dua, mau di manajemen atau Tri Dharmanya dulu. Tri Dharma mau di yang bagian apa dulu, akreditasi, penelitian atau inovasi dulu, ini kita lengkapi. Kalau belum ada lembaga inovasinya, misal kita buat penelitian saja enggak cukup, harus ada inovasi yang bisa menghasilkan produk-produk yang bisa dimanfaatkan langsung. Penelitian output-nya publikasi. Inovasi output-nya dilimitasi. Di sisi manajemen, pemanfaatan ISO, kerjasama dalam dan luar negeri. Ini semua bentuk peningkatan kualitas institusi,” papar Ashari.
Baca juga: Mahfud MD Sebut Jawa Timur Mampu Tunjukkan Moderasi Beragama
Untuk bisa menjalankan hal tersebut, manajemen Poltekbang Surabaya diminta keluar dari comfort zone. “Kita perlu menggeser comfort zone, zona nyaman kita selama ini. Poltekbang Surabaya sebagai BLU (badan layanan umum) sudah sangat nyaman, disiapkan road map oleh Kabadan (Kepala BPSDMP, red). Misal traffic control akan bertahan berapa lama menggunakan tenaga manusia, artificial intelligence ini sudah masuk yang nantinya bukan berupa robot tapi hanya alat-alat saja yang bisa mendeteksi posisi pesawat lewat radar atau satelit secara otomatis dan langsung memberikan info ke pilot. Nah menggunakan orang ini sampai kapan? Ini tantangannya. Pasti semua arahnya akan kesana,” imbuhnya.
Tak sampai disitu, Mohamad Ashari juga menyebutkan soal teknologi komunikasi penerbangan juga bakal mengalami perubahan yang tak lagi didominasi dengan tenaga operator manusia.
“Berapa lama masih akan menggunakan operator. Dimana operator ini kerjanya detik by detik, menit by menit. Atau nanti hanya dibutuhkan satu orang saja sebagai penjaga alatnya. Ke depan teknologi akan menuju artificial intelligence. Pengoperasian sistem berjalan sendiri. Nah ini semua yang sudah kita lakukan saat ini bisa bertahan sampai kapan? Ini perlu dipikirkan dan gerak cepat untuk dianalisis,” saran dia.
Lihat Juga :