Jenguk Anak Kecanduan Gawai di RSJ, Wagub Jabar Minta Orang Tua Lakukan Hal Ini
Rabu, 17 Maret 2021 - 01:19 WIB
loading...
A
A
A
Uu melanjutkan, penyebab lainnya, bisa saja anak awalnya tidak punya gangguan stres, tapi karena tidak ada kegiatan bersama orang tua dan anak, maka mencuri-curi kesibukan dengan bermain gawai orang tua maupun miliknya sendiri.
Untuk itu, Uu kembali mengingatkan, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak. Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orang tua dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan. "Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria, bergaul dengan orang tua dan teman, tapi temannya dipilih dan dipilah juga," katanya.
Uu menambahkan, sebagai bangsa beragama, pendidikan agama pun sangat penting diterapkan orang tua, agar anak memiliki keseimbangan dan tujuan hidup. "Kalau tidak ada pendidikan ukhrowi kami khawatirkan tidak seimbang, akhirnya terjadi hal semacam ini," tandasnya.
Diketahui, sepanjang 2020, RSJ Provinsi Jabar mencatat, pasien yang berobat ke Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja sebanyak 104 pasien. Mereka mengalami masalah kejiwaan karena terdampak kecanduan games.
Pada Januari-Februari 2020, ditemukan 14 kasus, sedangkan yang murni terdiagnosa kecanduan games pada 2020 sebanyak 8 orang. Sedangkan sepanjang 2021 ini sudah ditemukan 5 kasus anak dan remaja kecanduan gawai. Menurut Direktur RSJ Provinsi Jabar, Elly Marliyani, kebijakan pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 tak dipungkiri menyebabkan banyak anak dan remaja kecanduan gawai. Dia menyebutkan, anak yang telah kecanduan gawai dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilakunya.
Untuk itu, Uu kembali mengingatkan, penting bagi orang tua selalu memiliki kegiatan rutin interaktif yang sifatnya harian atau mingguan bersama anak. Jika dilakukan konsisten, anak akan merasa diperhatikan orang tua dan aktivitas bermain gawai menjadi tidak menyenangkan. "Jangan biarkan anak murung sendiri di rumah atau di kamar. Anak harus diusahakan ceria, bergaul dengan orang tua dan teman, tapi temannya dipilih dan dipilah juga," katanya.
Uu menambahkan, sebagai bangsa beragama, pendidikan agama pun sangat penting diterapkan orang tua, agar anak memiliki keseimbangan dan tujuan hidup. "Kalau tidak ada pendidikan ukhrowi kami khawatirkan tidak seimbang, akhirnya terjadi hal semacam ini," tandasnya.
Diketahui, sepanjang 2020, RSJ Provinsi Jabar mencatat, pasien yang berobat ke Klinik Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja sebanyak 104 pasien. Mereka mengalami masalah kejiwaan karena terdampak kecanduan games.
Pada Januari-Februari 2020, ditemukan 14 kasus, sedangkan yang murni terdiagnosa kecanduan games pada 2020 sebanyak 8 orang. Sedangkan sepanjang 2021 ini sudah ditemukan 5 kasus anak dan remaja kecanduan gawai. Menurut Direktur RSJ Provinsi Jabar, Elly Marliyani, kebijakan pembatasan sosial akibat pandemi COVID-19 tak dipungkiri menyebabkan banyak anak dan remaja kecanduan gawai. Dia menyebutkan, anak yang telah kecanduan gawai dapat dilihat dari perubahan sikap dan perilakunya.
Lihat Juga :