Tepat Setahun, Penyebaran COVID-19 di Sulut Terus Melandai
Minggu, 14 Maret 2021 - 23:29 WIB
loading...
Grafik pergerakan penyebaran COVID-19 di Sulawesi Utara sejak pertama muncul setahun lalu. Foto: Istimewa
A
A
A
MANADO - Hari ini Minggu (14/3/2021) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memasuki satu tahun menghadapi Pandemi COVID-19 . Pada tanggal yang sama setahun lalu, Sulut dikejutkan dengan keberadaan satu kasus terkonfirmasi positif COVID-19 . Kasus Nomor 58 di Indonesia yang selanjutnya menjadi Kasus Nomor 1 di Sulut .
Keberadaan kasus ini kemudian menyebabkan perubahan drastis dalam kehidupan bermasyarakat dan aktivitas ekonomi serta pembangunan di Sulut. Masyarakat mulai menerapkan protokol kesehatan di dalam kegiatan sosial.
Baca juga: Viral Video Oknum Nakes di Manado Diduga Palsukan Hasil Rapid Antigen Tarifnya Rp500 Ribu
Adapun kegiatan ekonomi terdampak dan pembiayaan pembangunan di daerah harus direfocusing ke dalam kegiatan penanggulangan Pandemi. “Oleh karenanya pada kesempatan ini kami akan memaparkan beberapa informasi grafis dalam rangka refleksi 1 tahun Pandemi COVID-19 di Sulawesi Utara,” kata jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven P Dandel, Minggu (14/3/2021).
Dalam grafik dapat dilihat bahwa ada dua gelombang besar kasus di Sulut, yakni Juli sampai dengan Agustus 2020, yang kemudian melandai di bulan September dan Oktober. Terjadinya penurunan ini disebabkan karena protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup bermasyarakat di Sulut sehingga transmisi bisa ditekan.
“Tetapi kemudian mulai meningkat lagi dan mencapai puncak pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021. Peningkatan ini dikontribusikan oleh tahapan Pilkada seperti halnya terjadi juga di seluruh Indonesia yang kemudian diikuti dengan masa liburan hari raya," ujar Dandel.
Keberadaan kasus ini kemudian menyebabkan perubahan drastis dalam kehidupan bermasyarakat dan aktivitas ekonomi serta pembangunan di Sulut. Masyarakat mulai menerapkan protokol kesehatan di dalam kegiatan sosial.
Baca juga: Viral Video Oknum Nakes di Manado Diduga Palsukan Hasil Rapid Antigen Tarifnya Rp500 Ribu
Adapun kegiatan ekonomi terdampak dan pembiayaan pembangunan di daerah harus direfocusing ke dalam kegiatan penanggulangan Pandemi. “Oleh karenanya pada kesempatan ini kami akan memaparkan beberapa informasi grafis dalam rangka refleksi 1 tahun Pandemi COVID-19 di Sulawesi Utara,” kata jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven P Dandel, Minggu (14/3/2021).
Dalam grafik dapat dilihat bahwa ada dua gelombang besar kasus di Sulut, yakni Juli sampai dengan Agustus 2020, yang kemudian melandai di bulan September dan Oktober. Terjadinya penurunan ini disebabkan karena protokol kesehatan sudah menjadi bagian dari gaya hidup bermasyarakat di Sulut sehingga transmisi bisa ditekan.
“Tetapi kemudian mulai meningkat lagi dan mencapai puncak pada bulan Desember 2020 dan Januari 2021. Peningkatan ini dikontribusikan oleh tahapan Pilkada seperti halnya terjadi juga di seluruh Indonesia yang kemudian diikuti dengan masa liburan hari raya," ujar Dandel.
Lihat Juga :