Aktivis Muda NU Deklarasikan Gerakan Pemuda Moderat Nusantara
Sabtu, 13 Maret 2021 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
"Bonus demografi harus disikapi oleh pemuda. Sebab pemuda adalah agen perubahan, ditangan pemuda ini lah arah bangsa mau di bawa ke mana. Karena itu, saya mendukung GPM Nusantara sebagai wadah yang bisa menghimpun potensi anak muda," ujar anggota DPRD Jatim dengan perolehan suara terbanyak di Pemilu 2019 tersebut.
Sementara itu, Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) Jatim, Muhamad Didi Rosadi mengungkapkan, bersikap moderat saat ini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan. Sebab saat ini dunia semakin terbuka, tidak ada lagi sekat atau batasan. Baca juga: Harlah NU ke-95, Sekjen PBB: NU Telah Hadir dengan Islam Moderat
Jurnalis sebuah media harian di Surabaya ini menyinggung pertemuan ntara Paus Fransiskus dengan Ayatollah Ali Sistani di Irak, pekan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati perseteruan atas nama perbedaan agama harus dihentikan. "Karena itu, sikap moderat dan saling menghormati hari ini menjadi keniscayaan. Kalau kita mau berubah, maka akan ditelah oleh zaman," kata pria yang akrab disapa Diday itu.
Weebinar yang mengambil tema "Membangun Peradaban Pemuda Moderat di Era Digital Natives" ini sekaligus momentum deklarasi Gerakan Pemuda Moderat Nusantara. Dalam acara acara yang digelar secara dari itu hadir hampir 100 peserta dari berbagai latar belakang.
Diantaranya Roemah Bhineka, Gema Indonesia, Kordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Prasetyo, sejumlah OKP, politisi lintas partai dan aktivis mahasiswa dan BEM. Hadir juga memberi doa dan restu, KH. Ali Maschan Moesa, tokoh NU yang juga Rektor Uniska Kediri.
Sementara itu, Koordinator Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) Jatim, Muhamad Didi Rosadi mengungkapkan, bersikap moderat saat ini menjadi keharusan, bukan lagi pilihan. Sebab saat ini dunia semakin terbuka, tidak ada lagi sekat atau batasan. Baca juga: Harlah NU ke-95, Sekjen PBB: NU Telah Hadir dengan Islam Moderat
Jurnalis sebuah media harian di Surabaya ini menyinggung pertemuan ntara Paus Fransiskus dengan Ayatollah Ali Sistani di Irak, pekan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati perseteruan atas nama perbedaan agama harus dihentikan. "Karena itu, sikap moderat dan saling menghormati hari ini menjadi keniscayaan. Kalau kita mau berubah, maka akan ditelah oleh zaman," kata pria yang akrab disapa Diday itu.
Weebinar yang mengambil tema "Membangun Peradaban Pemuda Moderat di Era Digital Natives" ini sekaligus momentum deklarasi Gerakan Pemuda Moderat Nusantara. Dalam acara acara yang digelar secara dari itu hadir hampir 100 peserta dari berbagai latar belakang.
Diantaranya Roemah Bhineka, Gema Indonesia, Kordinator Pusat BEM Nusantara, Eko Prasetyo, sejumlah OKP, politisi lintas partai dan aktivis mahasiswa dan BEM. Hadir juga memberi doa dan restu, KH. Ali Maschan Moesa, tokoh NU yang juga Rektor Uniska Kediri.
(don)
Lihat Juga :