Unggah Kondisi Jalan Rusak, Guru SMP Negeri 1 Cicantayan Dipersekusi Perangkat Desa
Sabtu, 13 Maret 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tak Lulus Seleksi Sekolah Inspektur, Puluhan Anggota Polisi Lakukan Protes di Polda Papua
Aparat desa tersebut langsung meminta klarifikasi, dengan cara mengintimidasi ke sekolah sang guru di SMP Negeri 1 Cicantayan Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Video persekusi yang beredar luas membuat sang guru menjadi ketakutan.
Eko Purcahyanto yang sudah mengajar di SMP Negeri 1 Cicantayan selama 15 tahun ini, langsung mengadukan apa yang dialaminya ke Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, dan langsung mendapatkan atensi. Baca juga: 4 DPC Partai Demokrat di Sulsel Ikut Kudeta AHY, Pengamat: Tanda Kehilangan Kepercayaan
Dia mengaku tertekan paska kejadian tersebut, dan keluarganya merasa terancam dengan apa yang dilakukan oleh para perangkat desa. Pada Jumat (12/3/2021) siang, Eko dan para aparat desa pun telah melakukan islah dengan saling memaafkan, namun kondisi psikologis sang guru masih dalam kondisi tertekan paska kejadian dugaan persekusi yang terjadi.
"Kalau saya, sudah islah dan sudah beres islahnya. Bagi pribadi saya sendiri merasa sudah beres, karena sudah minta maaf dan ditanda tangani di atas materai. Ya sebenarnya tidak apa-apa, cuma namanya istri kan khawatir ada apa-apa, cuma takut saja," tuturnya.
Aparat desa tersebut langsung meminta klarifikasi, dengan cara mengintimidasi ke sekolah sang guru di SMP Negeri 1 Cicantayan Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Video persekusi yang beredar luas membuat sang guru menjadi ketakutan.
Eko Purcahyanto yang sudah mengajar di SMP Negeri 1 Cicantayan selama 15 tahun ini, langsung mengadukan apa yang dialaminya ke Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, dan langsung mendapatkan atensi. Baca juga: 4 DPC Partai Demokrat di Sulsel Ikut Kudeta AHY, Pengamat: Tanda Kehilangan Kepercayaan
Dia mengaku tertekan paska kejadian tersebut, dan keluarganya merasa terancam dengan apa yang dilakukan oleh para perangkat desa. Pada Jumat (12/3/2021) siang, Eko dan para aparat desa pun telah melakukan islah dengan saling memaafkan, namun kondisi psikologis sang guru masih dalam kondisi tertekan paska kejadian dugaan persekusi yang terjadi.
"Kalau saya, sudah islah dan sudah beres islahnya. Bagi pribadi saya sendiri merasa sudah beres, karena sudah minta maaf dan ditanda tangani di atas materai. Ya sebenarnya tidak apa-apa, cuma namanya istri kan khawatir ada apa-apa, cuma takut saja," tuturnya.
Lihat Juga :