Tak Lulus Seleksi Sekolah Inspektur, Puluhan Anggota Polisi Lakukan Protes di Polda Papua

Sabtu, 13 Maret 2021 - 05:14 WIB
loading...
A A A
Tak Lulus Seleksi Sekolah Inspektur, Puluhan Anggota Polisi Lakukan Protes di Polda Papua


Salah satu anggota polisi Bripka Fanny Krebru yang ditunjuk sebagai juru bicara peserta seleksi SIP, kepada wartawan mengatakan, protes dari rekan-rekannya yang merupakan anggota polisi peserta seleksi SIP ini dikarenakan hasil seleksi SIP angkatan 50 wilayah Polda Papua tahun 2021 tidak sepenuhnya putra putri Papua, yang lulus.

Padahal program afirmasi Otsus sudah menjamin putra dan putri asli Papua, berhak mendapatkan pendidikan lanjutan sekolah perwira. Ironisnya pihak Pemda Papua, dan Polda Papua, telah menandatangani MoU tentang program afirmasi Otsus bagi putra-putri asli Papua, yang dibiayai oleh dana otonomi khusus. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Fanny bersama 109 anggota polisi yang tidak lulus tersebut, meminta hasil seleksi SIP angkatan 50 wilayah Polda Papua harus dibatalkan.

Baca juga: Syekh Subakir, Tombak Kiai Panjang dan Tumbal Tanah Jawa

" Peserta seleksi SIP gelombang ke 50 tahun 2021, permintaan kami, kalau memang itu benar menggunakan dana Otsus, maka harus dibatalkan, karena jumlah atau kuota peserta didik SIP di wilayah Polda Papua, tidak sesuai dengan apa yang telah disepakati bersama antara Polda Papua, dan juga Pemerintah Provinsi Papua," ungkap Fanny. Lanjut Fanny, untuk hasil seleksi kali ini diharapakan pihak panitia tidak membawa program afirmasi Otsus, di mana hal tersebut karena tidak sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan namun menggunakan kuota reguler.

Jadi, kalau memang para peserta seleksi yang lulus itu tetap mau diberangkatkan (mengikuti pendidikan), berarti jangan menggunakan kuota Otsus, tapi itu menggunakan kuota reguler yang memang diperuntukkan dari Mabes Polri . Karena yang diperuntukkan dari Mabes Polri untuk Polda Papua hanya 41 orang, dan ditambah dari kuota Otsus 150 orang, jadi mereka yang berangkat 169 orang.

"Tentang hasil mereka ini masuk kuota Otsus, hanya pimpinan kami yang tahu. Dari SDM (Karo SDM) ataupun pimpinan tertinggi kami Polda Papua. Kuota sesuai telegram Kapolri yang diterima terkait SIP ini sebanyak 150 orang. Namun kami yang kemarin daftar hanya 108 orang," tegasnya.

Baca juga: Ikut KLB yang Mengkudeta AHY, Ini Cerita Marzuki Kader Partai Demokrat Pidie Jaya

Wakil Gubernur Papua, Klemens Tinal usai melakukan pertemuan dengan 13 orang perwakilan polisi mengatakan, Pemprov Papua tetap mendukung kemajuan putra-putri asli Papua, yang merupakan anggota Polri untuk melakukan pendidikan perwira. Pemprov Papua sendiri telah melakukan MoU dengan Polda Papua terkait program afirmasi Otsus Papua.

"Tetap dengan kepolisian (Polda Papua), kita mendukung penuh, apalagi kalau ada anak-anak Papua di kepolisian tentu kita secara anggaran kita akan bantu. Nah ini kan MoU dengan Polda Papua tentang Afirmasi Otsus baru berjalan kita mendukung sambil melihat progres yang di lakukan oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Papua. Kita akan evaluasi ke depannya, semakin lama akan semakin baik. Kita sudah MoU dengan Polda, tapi soal dana belum. Dana kita belum kirim, secara fisiknya. Tapi MoU sudah. Sehingga memang nanti dari hasil ini seperti apa baru ditindaklanjuti dengan realisasi anggaran," ujar Klemen Tinal singkat.

Usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua. Ratusan anggota polisi ini langsung menuju ke kediaman Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk melakukan pertemuan dengan orang nomor satu di wilayah Provinsi Papua. Belum ada keterangan resmi dari pejabat utama Polda Papua, terkait aksi protes para anggota polisi peserta seleksi SIP gelombang 50 yang dinyatakan tidak lulus tersebut.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Operasi SAR Ledakan...
Operasi SAR Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Ditutup
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
12 Rumah hingga Gereja...
12 Rumah hingga Gereja Rusak Akibat Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Ini Identitas Korban...
Ini Identitas Korban Tewas dan Hilang Akibat Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Panji Bangsa Tegaskan...
Panji Bangsa Tegaskan Politik Kemanusiaan, Rayakan Harlah dengan Santuni Ratusan Yatim
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Infografis
Polisi Siaga Lakukan...
Polisi Siaga Lakukan Penjagaan di Kedutaan Besar Prancis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved