Polda Jabar Akan Usut Tuntas Kecelakaan Tragis di Tanjakan Cae Sumedang
Kamis, 11 Maret 2021 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, jalur Garut-Sumedang merupakan jalur alternatif yang sempat ramai digunakan Jalur Lingkar Nagreg belum selesai dibangun beberapa tahun silam. "Yang biasa dipakai waktu (lingkar) Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado," katanya.
Pihaknya memastikan bahwa jumlah total korban tewas akibat kecelakaan tersebut mencapai 27 orang dan 39 orang lainnya selamat, meski menderita luka-luka. Menurut, Dofiri pihak kepolisian bersama pihak terkait lainnya kini tinggal berupaya mengevakuasi bangkai bus yang terperosok ke jurang sekitar 20 meter dari bahu jalan itu.
"Sekarang kita mengusahakan menggunakan crane ya, saya kira lebih bagus, nanti pihak terkait juga mengusahakan mengangkat badan bus ini," katanya.
Terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dalam proses olah TKP, pihaknya juga melakukan scanning kondisi jalan hingga jejak ban. Dilakukan scanning terhadap kondisi jalan, geografis dan kendaraan serta jejak-jejak ban dan bodi kendaraan di aspal," katanya seraya mengakui bahwa pihaknya belum dapat memberikan kepastian terkait penyebab kecelakaan itu.
Eko juga menyatakan, pihaknya bakal memintai keterangan dari pihak PO Sri Padma Kencana hingga pihak ATPM. "Pasti dimintai keterangan (PO bus) termasuk dari pihak ATPM," tandasnya.
Pihaknya memastikan bahwa jumlah total korban tewas akibat kecelakaan tersebut mencapai 27 orang dan 39 orang lainnya selamat, meski menderita luka-luka. Menurut, Dofiri pihak kepolisian bersama pihak terkait lainnya kini tinggal berupaya mengevakuasi bangkai bus yang terperosok ke jurang sekitar 20 meter dari bahu jalan itu.
"Sekarang kita mengusahakan menggunakan crane ya, saya kira lebih bagus, nanti pihak terkait juga mengusahakan mengangkat badan bus ini," katanya.
Terpisah, Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dalam proses olah TKP, pihaknya juga melakukan scanning kondisi jalan hingga jejak ban. Dilakukan scanning terhadap kondisi jalan, geografis dan kendaraan serta jejak-jejak ban dan bodi kendaraan di aspal," katanya seraya mengakui bahwa pihaknya belum dapat memberikan kepastian terkait penyebab kecelakaan itu.
Eko juga menyatakan, pihaknya bakal memintai keterangan dari pihak PO Sri Padma Kencana hingga pihak ATPM. "Pasti dimintai keterangan (PO bus) termasuk dari pihak ATPM," tandasnya.
(don)
Lihat Juga :