Ridwan Kami: Apartemen Ayam 4.0! Tinggal di Desa, Rejeki Kota Bisnis Mendunia
Minggu, 07 Maret 2021 - 22:55 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggagas peternakan ayam modern yang disebut Apartemen Ayam 4.0. Dimana ini merupakan salah satu terobosan mengatasi sempitnya lahan usaha khususnya di sektor peternakan. Foto IG Ridwan Kamil
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menggagas peternakan ayam modern yang disebut Apartemen Ayam 4.0. Dimana ini merupakan salah satu terobosan mengatasi sempitnya lahan usaha khususnya di sektor peternakan.
Kang Emil menyebut, hal itu sesuai semangat zaman baru yang harus melek teknologi. Dimana apartemen atau yang biasa disebut kandang ayam ini menempati lahan kecil 100 meter untuk 5.000 ayam potong. Apartemen ayam tersebut dibuat dengan struktur lima lantai.
"Modal Rp148 juta, per bulan penghasilan Rp10-20 juta," kata Ridwan Kamil, saat berkunjung ke Apartemen Ayam di Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).
Ridwan Kamil mengatakan bahwa minggu depan akan diumumkan yang lolos program Petani Milenial 4.0 ini.
Baca juga: Berkunjung ke Bandung, Ridwan Kamil Pamer Apartemen Ayam
Menurut dia, banyak sekali yang mendaftar tapi dari luar Jawa Barat atau tidak memenuhi syarat.
"Ada sekitar 4000-an sehingga belum bisa kami terima. Insya Allah kita promosikan di provinsi lain dengan konsep yang sama. Tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," ucap dia.
Kang Emil menyebut, hal itu sesuai semangat zaman baru yang harus melek teknologi. Dimana apartemen atau yang biasa disebut kandang ayam ini menempati lahan kecil 100 meter untuk 5.000 ayam potong. Apartemen ayam tersebut dibuat dengan struktur lima lantai.
"Modal Rp148 juta, per bulan penghasilan Rp10-20 juta," kata Ridwan Kamil, saat berkunjung ke Apartemen Ayam di Kabupaten Bandung, Minggu (7/3/2021).
Ridwan Kamil mengatakan bahwa minggu depan akan diumumkan yang lolos program Petani Milenial 4.0 ini.
Baca juga: Berkunjung ke Bandung, Ridwan Kamil Pamer Apartemen Ayam
Menurut dia, banyak sekali yang mendaftar tapi dari luar Jawa Barat atau tidak memenuhi syarat.
"Ada sekitar 4000-an sehingga belum bisa kami terima. Insya Allah kita promosikan di provinsi lain dengan konsep yang sama. Tinggal di desa, rejeki kota, bisnis mendunia," ucap dia.
Lihat Juga :